Rabu, 24 Jan 2018
radarmojokerto
Pendidikan

Duh, Siswa SMAN 3 Kota Kok Malas Bayar SPP

Sabtu, 11 Mar 2017 09:30

Duh, Siswa SMAN 3 Kota Kok Malas Bayar SPP

TAK LANCAR: Siswa SMAN 3 Kota Mojokerto mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas. (Rizal/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Diberlakukannya kembali pembayaran iuran sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) untuk SMA/SMK ternyata tidak berjalan mulus.

Pasalnya, kondisi di sekolah menunjukkan masih banyak yang menunggak, karena belum semua siswa membayar. Sebaliknya, pengajuan pembebasan SPP yang dilayangkan siswa miskin ke sekolah meningkat.

Kasek SMAN 3 Kota Mojokerto, Mohammad Umar, mengungkapkan, dari total 753 siswa SMAN 3, hanya 30 persen yang lunas membayar SPP. Selain belum bayar pada bulan Maret ini, SPP sejumlah siswa menunggak sejak Januari lalu.

”Dari 753 siswa, mungkin hanya 200 an anak saja yang bayar SPP. Itu sangat sedikit sekali,” terangnya. Dengan kata lain, jumlah yang menunggak SPP sebanyak 70 persen siswa.

Umar tak mengetahui secara pasti penyebab siswa enggan membayar SPP. Namun, sebelumnya, pihak sekolah sudah menyosialisikan tentang diberlakukannya kembali iuran SPP siswa.

”Bahkan, kami juga melayangkan surat kepada orang tua untuk mengingatkan, bahwa SPP belum bayar. Tapi, kalau mereka nggak sanggup ya mau gimana lagi,” cetusnya.

Umar menduga, hingga saat ini orang tua masih belum terbiasa membayar SPP pasca program pendidikan gratis 12 tahun oleh Pemkot Mojokerto tak berlaku lagi. Sebab, sebelum kewenangan SMA/SMK diambil alih pemprov mulai tahun ini.

”Siswa kota sebelumnya dimanja tidak bayar, sekarang disuruh bayar jadi sulit,” terang Umar. Padahal, saat ini sekolah sedang membutuhkan biaya untuk persiapan berbagai ujian, mulai dari ujian sekolah (US), ujian sekolah berstandar nasional (USBN), dan ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

Sehingga, mau tidak mau sekolah hanya memanfaatkan dana yang ada. ”Jadi, seadanya dulu, yang penting tetap jalan. Tapi, beberapa pengurangan juga ada untuk kegiatan sekolah yang lain,” terangnya.

Kepala SMAN 2 Kota Mojokerto, Sugiono mengungkapkan hal yang sama. Sebayak 800 siswa SMAN 2 sejauh ini belum 100 persen melunasi SPP. Tercatat, hingga bulan Maret yang telah membayar SPP baru sekitar 75 persen.

”Itu sudah termasuk bagus. Karena ini baru pertama kali siswa mulai bayar SPP lagi,” tuturnya. Meski demikian, pempov menginstruksikan sekolah agar tetap melayani siswa miskin.

Hal itu dilakukan dengan menerapkan pembebasan biaya SPP siswa. Menurut Sugiono, sampai saat ini siswa yang mengajajukan keringanan terus meningkat.

Namun, tidak semua pengajuan diterima, karena harus dibuktikan dengan adanya surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari kelurahan. Terhitung, sampai saat ini pihaknya telah menerima sekitar 10 persen siswa yang yang melayangkan pengajuan.

”Ada 80 siswa yang mengajukan pembebasan SPP,” ujar dia. Hanya, bagi siswa yang memiliki kartu jaminan sosial, maka secara otomatis harus diterima.

Meski begitu, data tersebut masih dibebankan kepada pihak sekolah saja. Sebab, pemprov belum menganggarkan bantuan bagi siswa di Kota Mojokerto. (ram/ris)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia