Rabu, 24 Jan 2018
radarmojokerto
Pemerintahan

Mantan Camat Dipecat, 5 PNS Diberhentikan, Siapa Saja Mereka?

Jumat, 10 Mar 2017 07:00

Mantan Camat Dipecat, 5 PNS Diberhentikan, Siapa Saja Mereka?

Ilustrasi (Internet)

MOJOKERTO – Pasca dicopot dari jabatannya sebagai Camat Ngoro, Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa (MKP) akhirnya melakukan pemecatan terhadap Sholikhin. Kemarin, SK pemecatan telah beredar di lingkungan pejabat.

Sholihin dicopot dari jabatannya sebagai Camat Ngoro akhir tahun 2016 lalu. Saat itu, kursi yang didudukinya mendadak digusur dan digantikan Muhammad Hidayat. Ia pun kemudian menjadi staf fungsional di Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mojokerto.

Sholikhin tidak sendirian mengalami nasib pelepasan baju keki. Ia diberhentikan dengan tidak hormat bersama empat pegawai negeri lainnya. Yakni, Yudha Ananta, staf di Dinas Pendidikan (Dispendik) dan Rudi Sumbodo asal Dinas Tenaga Kerja (Disnaker).

Kedua PNS ini dipecat lantaran kerap bolos dan terhitung tak masuk kerja selama lebih 46 hari. PNS lainnya adalah Insan Cahyadi Buana, staf Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Munadi asal Dispendik.

’’Mereka telah melakukan pelanggaran berat. Sehingga, sesuai aturan, harus diberikan sanksi berupa pemberhentian,’’ ujar Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Susantoso.

Meski mengiyakan adanya pemecatan itu, namun Susantoso enggan menyebut secara rinci atas unsur pelanggaran berat yang dilakukan lima pegawai tersebut. ’’Yang jelas, ada pelanggaran yang sangat berat. Sehingga tidak mungkin harus dilakukan pembinaan,’’ papar dia.

Selain mengeluarkan SK pemecatan terhadap lima PNS, Pemkab Mojokerto juga mengeluarkan SK penurunan pangkat terhadap lima pegawai. Di antaranya, tiga guru.

Mereka adalah guru asal SMAN 1 Gondang Eka Prasetya yang tak masuk kerja selama 46 hari; Fatkhur Rokhman, seorang guru asal SDN Kesiman, Trawas dan Yuswanto, guru yang berdinas di UPTSP SMAN 1 Trawas.

Kedua PNS ini, yakni Fatkhur dan Yuswanto, harus mengalami penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama tiga tahun lantaran berperilaku yang tak layak dilakukan seorang tenaga pendidik.

Dua guru ini diketahui telah hidup bersama dengan wanita idaman lain (WIL) dalam jangka waktu yang cukup lama. PNS lainnya yang mengalami penurunan pangkat adalah Anang Susanto, sekretaris Desa Temireng, Kecamatan Dawarblandong dan Helmy Patriana staf RSUD RA Basoeni Gedeg.

Ketiganya tercatat seringkali bolos tanpa izin selama lebih 46 hari. Susantoso menerangkan, dua PNS lainnya yang harus menjalani pemberhentian adalah Hadi Ihwan, staf di Dinas PU Cipta  Karta dan Tata Ruang (kini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) dan Pongkie Aris Hermawan Staf di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Hadi Ihwan, pelaku pencabulan terhadap bocah yang tak lain tetangganya sendiri tersebut, kini tengah berproses hukum. Pun demikian dengan Pongkie yang terseret kasus korupsi dana APBN rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah pasca bencana di BPBD.

’’Kalau mereka  divonis bersalah oleh pengadilan dan sudah inkracht, tentu kami akan melakukan pemecatan,’’ pungkasnya. (ron/abi)

 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia