Rabu, 24 Jan 2018
radarmojokerto
Pemerintahan

Sekarang Bantuan Nontunai Bisa Digesek di E-Warong

Rabu, 08 Mar 2017 09:30

Sekarang Bantuan Nontunai Bisa Digesek di E-Warong

GESEK BANTUAN: Keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan pangan nontunai mencairkan di e-warong Teratai Pulorejo disaksikan Wali Kota Mas’ud Yunus, Kepala Dinsos Sri Mujiwati dan CEO bank milik negara. (Fendy-Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Program bantuan pangan nontunai yang digulirkan Kementerian Sosial (Kemensos) juga didampingi bantuan serupa oleh pemkot. Mulai dari sistem hingga besaran bantuan pangan tersebut seluruhnya diadopsi.

Tak kurang 1.500 warga kota bakal menerima program bantuan pangan ini. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Sri Mujiwati, mengatakan, program bantuan pangan nontunai yang diusung Kementerian Sosial juga didampingi pemkot.

Bentuk pendampingan itu berupa penambahan pagu penerima bantuan yang disokong APBD Kota Mojokerto. ’’Untuk nasional, kota terdapat 4.685 keluarga penerima manfaat program bantuan pangan nontunai.

Kota menambah pagu hingga 1.500 keluarga,’’ ungkapnya ketika distribusi bantuan pangan nontunai di e-Warong Teratai Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, kemarin.

Pihaknya menjelaskan, kuota tambahan sejumlah 1.500 warga itu secara keseluruhan berasal dari keluarga miskin.  Mereka tidak masuk daftar penerima bantuan pangan nontunai APBN.

’’Ini untuk mengurangi beban keluarga penerima manfaat. Juga memberi nutrisi yang seimbang bagi keluarga miskin,’’ jelas dia. Jumlah tersebut menambah alokasi 4.685 keluarga penerima manfaat yang ditanggung APBN.

Besaran bantuan pangan yang diberikan pun sama dengan yang bersumber APBN yakni Rp 110 ribu. Kebijakan itu menuai apresiasi positif Wali Kota Mas’ud Yunus.

’’Ini salah satu bentuk inovasi. Jadi bantuan pangannya setara dengan nasional. Setiap OPD harus punya inovasi,’’ ujar Wali Kota Mas’ud Yunus di tempat yang sama.

Ditambahkan Mas’ud, dulunya program bantuan pangan nontunai ini kerap disebut raskin (beras miskin). Istilah itu dirasa menyakitkan oleh warga miskin.

Kemudian diubah menjadi rastra (beras sejahtera). Belakangan, program itu direformasi menjadi bantuan pangan nontunai. ’’Bantuan ini menerima produk pangan yang diterimakan lewat e-warong. Bantuan nontunai ini bisa lebih tepat sasaran dan tepat waktu,’’ tambah dia.

Wali kota menegaskan, bantuan nontunai ini dicairkan lewat e-warong yang telah disediakan bantuan pangannya. Manfaatnya, sistem ini tidak ada lagi kebiasaan bagito alias bagi roto yang dulu kerap muncul pada sistem raskin.

’’Dengan pakai kartu gesek ini, sudah tidak bisa lagi bagito. Semua penerima bisa langsung pilih beras, gula, dan lainnya. Waktunya juga tepat,’’ tegasnya.

Kemarin, mulai pendistribusian progam bantuan pangan non tunai untuk bulan Januari-Februari. Sebanyak 185 KPM dari wilayah Kauman dan Pulorejo mencairkan di e-warung Teratai Pulorejo.

Sedang, e-Warong Citra Sejahtera di Kemasan untuk pencairan PKM asal Surodinawan, Prajurit Kulon, dan Blooto. Selain itu ada pula e-Warong Balongrawe dengan sasaran PKM asal Empunala dan Bancang.

Para keluarga penerima manfaat yang mendapatkan pencairan program tersebut adalah penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Total jumlahnya di Kota mencapai 1.685 keluarga penerima.

Sedangkan, PKM yang di luar PKH bisa mencairkan bantuan lewat RPK (Rumah Pangan Kita) yang ada di Kota, salah satunya di Kelurahan Miji. (fen/abi)

 

 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia