Rabu, 24 Jan 2018
radarmojokerto
Kesehatan

Tiga Puskesmas Disuntik Rp 30 M, Mana Saja?

Jumat, 03 Mar 2017 07:00

Tiga Puskesmas Disuntik Rp 30 M, Mana Saja?

DIBANGUN: Puskesmas Dlanggu merupakan salah satu puskesmas yang tersentuh program perbaikan fisik pada tahun ini. (Rizal/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Tahun ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto kembali melakukan perbaikan di tiga unit puskesmas. Di antaranya, Puskesmas Dlanggu, Gondang, dan Jatirejo. Tak tanggung-tanggung pengerjaan proyek fisik tersebut bakal menyerap anggaran sebesar Rp 30 miliar.

Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto, Didik Chusnul Yakin mengungkapkan, perbaikan tiga fasilitas kesehatan (faskes) itu merupakan proyek lanjutan setelah pembangunan 7 puskesmas dan 22 pustu (puskesmas pembantu) tahun 2016 lalu.

Sedangkan, tahun ini, akan diagendakan kembali perbaikan gedung di tiga puskesmas yang menyerap APBD 2017. ”Untuk Puskesmas Pesanggrahan tidak jadi, karena lokasinya belum beres,” terang Didik Jumat (3/3).

Didik mengatakan, dalam pembangunan tiga puskesmas tersebut, pihaknya mengalokasikan anggaran cukup prestis, yakni senilai Rp 30 miliar. Sebab, kata dia, semua gedung akan dirombak total, dan digantikan gedung baru. ”Akan kita jadikan rawat inap semuanya. Anggarannya masing-masing sekitar Rp 10 M,” ulasnya.

Bahkan, salah satu di antaranya, Puskesmas Gondang akan dilakukan relokasi. Mengingat, lokasi saat ini dianggap terlalu sempit karena berada di luas lahan 1 hektare. Sehingga, tidak memungkinkan untuk perluasan.

Rencananya, puskesmas itu dipindah di lahan aset Pemkab Mojokerto di depan balai Desa Gondang. Karena, di sana ada lahan seluas dua hektare.

”Mungkin yang di Gondang nanti anggarannya lebih banyak, karena harus relokasi. Untuk Dlanggu dan Jatirejo masih tetap di lokasi yang sama,” tukasnya.

Dia menjelaskan, semua gedung dibangun secara total. Di mana, penataan ulang mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan (Kemenkes) No 75 tahun 2014 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat.

Sehingga, semua bangunan akan dirobohkan dan dilakukan penataan ulang sesuai standarisasi yang ditentukan. ”Jadi, mulai dari ketersediaan ruangan, jumlah poli, ukuran dan ruangan-ruangan yang ada itu, acuannya Permenkes,” tandas Didik.

Sebagaimana diketahui, tahun lalu dinkes membangun 7 puskesmas, yakni Puskesmas Sooko, Puri, Bangsal, Manduro, Trawas, Pacet, dan Dawarblandong.

Ditambah lagi perbaikan di 22 unit. Ke depan, semua faskes, baik pembangunan gedung puskesmas maupun pustu wajib mengacu pada Permenkes. (ram/ris)

 

 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia