Rabu, 24 Jan 2018
radarmojokerto
Pendidikan

Siswa Relatif Tua, PKBM Keberatan Ikuti UNBK

Jumat, 03 Mar 2017 21:20

Siswa Relatif Tua, PKBM Keberatan Ikuti UNBK

KEBERATAN: Salah satu lembaga PKBM paket C di Kecamatan Sooko saat proses belajar mengajar. (Ist/Radar Mojoketro)

MOJOKERTO – Sejumlah lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang menyelenggarakan program ujian kejar paket B (setara SMP) dan paket C (setara SMA) di Kabupaten Mojokerto mengajukan surat keberatan ke Dinas Pendidikan (Dispendik) setempat.

Hal itu, menyusul wacana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat Dispendik Kabupaten Mojokerto, Mohammad Jamil mengatakan, pihaknya telah menerima beberapa surat keberatan yang dilayangkan PKBM.

Surat tersebut berisi tentang pernyataan dari setiap lembaga yang merasa belum siap menyelenggarakan UNBK. ”Tahun ini, kementerian memang menyarankan ujian kesetaraan dilakukan berbasis komputer, tapi masih belum ada yang siap,” ungkapnya Jumat (3/3).

Dia menjelaskan, alasan dari ketidaksiapan tersebut disebebkan karena berbagai faktor. Khususnya untuk kelengkapan sarana dan prasarana (sarpras) berupa perangkat komputer yang tidak dimiliki lembaga.

Bahkan, untuk insfrastruktur saja masih banyak PKBM yang menggabung sekolah lain. Selain itu, kebijakan UNBK juga diumumkan pada tahun ini, sehingga dianggap terlalu mepet.

Belum adanya persiapan dan latihan justru dikhawatirkan mempersulit peserta didik mengerjakan soal. ”Karena banyak yang umurnya sudah di atas usia subur. Jadi, belum tentu juga semua warga belajar (siswa) bisa menggunakan komputer,” tukasnya.

Jamil mengungkapkan, pelaksanaan ujian kesetaraan kejar paket C dilakukan satu bulan lagi. Dalam praktiknya, ujian akan dibagi menjadi dua program jurusan IPA dan IPS.

Masing-masing program bakal dihadapkan dengan 7 mata pelajaran, dimulai pada 15, 16, 22, dan 23 April mendatang. ”Jumlah peserta paket C ada 262 warga belajar,” paparnya.

Selanjutnya, pada 13, 14, dan 20 Mei akan dilaksanakan ujian paket B dengan 6 mata pelajaran. Di antaranya, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, PKn, matematika, IPA, dan IPS. Jumlah peserta yang mengikuti sebanyak 157 orang tersebar di 6 lembaga PKBM.

Dia menambahkan, dispendik belum bisa memutuskan apakah ujian kesetaraan nanti akan dilakukan dengan UNBK atau tetap dengan ujian nasional kertas pensil (UNKP). Meski demikian, apabila diputuskan UNBK, Kemendikbud telah memploting masing-masing lembaga akan menyelenggarakan di SMA/SMK.

Sedangkan, jika tetap dilakukan UNKP, maka bisa dilakukan di masing-masing lembaga. ”Ya, sudah ada plotingnya di SMA/SMK yang sudah memiliki sarana prasarana,” ujarnya.

Namun, pihaknya masih menunggu kabar selanjutnya. Sebab, semua keputusan merupakan kewenangan dari pemerintah pusat. ”Yang jelas, surat keberatan ini nanti akan kami kirimkan ke sana (Kemendikbud, Red). Masalah keputusannya, kita tunggu nanti,” tandas dia. (ram/ris)

 

 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia