Rabu, 24 Jan 2018
radarmojokerto
Sport

Belum Sempurna, PSMP Krusial di Stopper dan Wing

Jumat, 17 Feb 2017 07:00

Belum Sempurna, PSMP Krusial di Stopper dan Wing

BUTUH PEMAIN: Tim pelatih PSMP memberikan instruksi di tengah latihan fisik. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Kemenangan mutlak diraih tim kebanggaan publik Mojokerto, PS Mojokerto Putra (PSMP) saat melawan tim lokal di laga uji coba, sore kemarin. Hendra Susilo dkk menang 4-2 atas tim eks pemain MP di Stadion Gajah Mada Mojosari.

Kemenangan ini dijadikan sebagai modal untuk laga uji coba berikutnya pekan depan. Namun, di tengah euforia kemenangan, masih tersimpan sedikit ganjalan yang belum terselesaikan.

Kurangnya tiga pemain di posisi stopper dan wing back membuat komposisi The Lasmojo, sebutan PSMP sedikit pincang. Hal ini membuat proses pembentukan menjadi terhambat sebelum menapak ke fase berikutnya.

Kemenangan kali ini tak lepas dari kualitas individu dan kedisiplinan setiap pemain dalam memahami posisinya. Betapa tidak, di babak pertama saja, pasukan Laskar Majapahit mampu unggul dengan margin 3 gol yang bersarang ke gawang tim eks MP.

Masing-masing gol dicetak melalui titik putih saat pertandingan baru berjalan 2 menit. Dilanjutkan gol kedua dari sayap kiri, dan gol ketiga melalui serangan sayap kanan.

Akan tetapi, saat memasuki babak kedua, permainan The Lasmojo justru terlihat mengendur. Serangan intensif yang dibangun anak asuh Redi justru mudah dipatahkan tim lawan yang tak ingin gengsi mereka turun.

Hingga akhirnya dua gol mampu bersarang ke gawang Hendro Susilo yang dipasang sebagai kiper utama. Beruntung, satu gol tambahan lewat titik putih mampu disarangkan anak asuh Redi Suprianto jelang peluit panjang ditiupkan.

Menanggapi hasil tersebut, pelatih kepala PSMP, Redi Suprianto mengaku belum menemukan komposisi yang pas atas kekurangan pemain ini. Sebab, untuk membangun sebuah tim, dibutuhkan kelengkapan pemain, terutama di posisi belakang.

Pasalnya, kekuatan pertama sebuah tim bisa diukur dari kokohnya pertahanan yang dibangun. ’’Belum, untuk itu kita gelar uji coba dengan tim lokal. Kita akan pantau jika memang ada pemain lokal yang bisa mengisi posisi itu (stopper dan wing, red),’’ terangnya seusai pertandingan.

Menurut Redi, persoalan ini akan menjadi PR (pekerjaan rumah) jelang kickoff Divisi Utama 2017 bulan depan. Dia juga melihat masih perlunya peningkatan fisik pemain dan beberapa kali uji coba lagi. Setelah itu, dia langsung melanjutkan fokus persiapan pada susunan dan formasi ideal pemain yang akan diturunkan. 

’’Tidak ada yang bisa kita ambil, karena pemain mereka (eks MP, Red) usianya sudah tergolong senior semua. Ada beberapa yang ikut seleksi, tapi tidak masuk kriteria.

Di liga II sendiri, susunan pemainnya dibatasi, pemain yang usia di atas 25 tahun maksimal hanya lima orang. Saat ini, sudah ada tiga orang, kita tidak bisa ambil lebih lagi,’’ pungkasnya. (far/ris)

 

 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia