Rabu, 24 Jan 2018
radarmojokerto
Sport

Besok, PSMP Jajal Kekuatan

Rabu, 15 Feb 2017 07:00

Besok, PSMP Jajal Kekuatan

JELANG KICKOFF: Tim PSMP saat mengarungi ISC B tahun lalu di Stadion Gajah Mada Mojosari. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Di tengah jadwal minimnya persiapan jelang kickoff divisi utama 2017, tim kebanggaan publik Mojokerto, PS Mojokerto Putra (PSMP), mulai menjajal kekuatannya.

Besok, Hendra Susilo dkk bakal melakoni laga uji coba pertamanya melawan tim eks PSMP di Stadion Gajah Mada Mojosari. Uji coba ini dilakoni untuk mengukur kekuatan stamina dan fisik sebelum menapak ke fase pembentukan tim berikutnya.

Sebelumnya, anak asuh Redi Suprianto ini telah menjalani serangkaian  program persiapan sejak akhir Januari lalu. Dari 55 pemain yang mengikuti seleksi, tak kurang dari 20 pemain telah dipilih dan resmi bergabung bersama skuad The Lasmojo.

Tak hanya itu, sejak pekan lalu, Hendra Susilo dkk diwajibkan melahap latihan endurance sebagai salah atau cara meng-upgrade kekuatan fisik.

Bukan hanya latihan biasa, seluruh pemain juga dituntut memenuhi target VO2 Maks atau volume oksigen dalam paru-paru dengan ukuran standar 60 dan tidak diperbolehkan di bawah 54.

Target itu sebagai modal menghadapi ketatnya kompetisi terutama di babak penyisihan grup yang banyak memakan waktu. Tak kurang dari 16 laga harus dilakoni The Lasmojo dalam 4 bulan masa penyisihan.

Pelatih PSMP, Redi Suprianto, mengatakan, uji coba ini untuk mengamati kemampuan fisik sementara dari latihan endurance yang dijalani selama sepekan terakhir.

Redi mengaku, pilihan tim lawan yang bukan dari tim sekaliber divisi utama atau ISL sebagai kasta pertama liga di Indonesia bukan tanpa alasan. Pasalnya, untuk menjadi tim hebat tidak harus menjalani persiapan superberat.

Akan tetapi dengan menapak tahap demi tahap mulai dari hal kecil sampai ke besar. ’’Tidaklah, uji coba ini hanya untuk mengukur kemampuan fisiknya anak-anak saja. Kita juga masih belum bisa dikatakan sebuah tim tangguh karena fase persiapan masih panjang,’’ terangnya.

Redi menilai, yang dibutuhkan anak asuhnya saat ini adalah program latihan yang terintegrasi yang diukur berdasarkan kekuatan fisik, skill individu dan kekompakan dalam tim.

Sebagai solusi atas kekurangan ini, Redi telah memberikan menu one two touch setiap kali latihan yang berjalan dengan durasi 30 menit. ’’Besok kita lihat apakah ada kemajuan fisiknya atau tidak. Sekalian juga bagaimana feelling ball dan chemistry-nya antarpemain,’’ pungkasnya. (far/abi)

 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia