Rabu, 24 Jan 2018
radarmojokerto
Pawitra

Harga Sayuran Naik, Pasar Minim Pasokan

Rabu, 19 Oct 2016 18:41

Harga Sayuran Naik, Pasar Minim Pasokan

AKIBAT CUACA: Pedagang membeber sayuran miliknya di Pasar Legi, Mojosari. (Rizal/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto menyikapi mahalnya harga sayuran di pasaran. Mereka mengklaim kenaikan harga ini lebih diakibatkan faktor terputusnya distribusi dari daerah produksi akibat  gagal panen.

’’Kenaikan harga sayuran di pasaran sekarang ini masih relatif wajar,’’ ungkap Kadisperindag Kabupaten Mojokerto Bambang Purnomo Selasa (18/10).  

Menurutnya, cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini menjadi salah satu pemicu minimnya pasokan komoditas sayuran. ’’Apalagi di berbagai wilayah banyak yang gagal panen akibat hujan deras,’’ tambahnya.

Bambang mengatakan, kebutuhan sayuran di pasar tradisional Kabupaten Mojokerto selama ini banyak dipasok dari wilayah selatan dan timur. Sementara pasokan dari Mojokerto sendiri seperti Pacet dan Trawas diketahui sudah sangat minim.

’’Wilayah Mojokerto sendiri juga masih belum ada panen raya terkait komoditas tersebut. Kalau pun memang ada, mungkin hanya beberapa saja,’’ katanya. Dia menyebutkan, kenaikan harga di pasaran belakangan ini masih terbilang wajar.

Artinya, meski ada kenaikan harga di sejumlah komoditas tapi belum sampai terjadi gejolak. Selain karena para pedagang dan konsumen sudah saling memahami, kondisi ini tak sekali dua kali terjadi. Ditambah lagi cuaca yang tidak menguntungkan bagi para petani sayur. Macam bawang merah, wortel, cabai rawit dan jenis lainnya.

’’Situasi seperti ini masih terbilang wajar, semua pihak sudah memahami kondisi. Sehingga antar pedagang dan pembeli juga tidak ada gejolak yang cukup tinggi,’’ tandasnya. Disperindag memastikan tidak ada permaian tengkulak di balik pemanfaatan kenaikan harga sayuran.

Alasannya, komoditas sayuran tidak bisa ditimbun seperti bahan pokok. Untuk itu, dalam waktu dekan disperindag akan melakukan koordinasi bersama dinas terkait. Tujuannya menekan harga di pasaran agar tidak semakin tinggi.

 ’’Bagaimana caranya hingga harga bisa kembali stabil. Secepatnya kami akan bicarakan dengan dinas pertanian,’’ pungkasnya. (ori/ris)

 

 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia