Rabu, 24 Jan 2018
radarmojokerto
Budaya
Wisata Religi Makam Troloyo

Makam Islam di Tengah Nuansa Majapahit

Jumat, 10 Jun 2016 11:00

Makam Islam di Tengah Nuansa Majapahit

BUKTI SEJARAH: Gapura pintu masuk komplek Makam Troloyo, Trowulan, Mojokerto. (Rizal/Radar Mojokerto)

WISATA religi Makam Troloyo sangat tepat menjadi salah satu daftar destinasi wisata Kabupaten Mojokerto.

Sebab kompleks makam Islam yang terletak di Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, tersebut berada di antara wilayah Kerajaan Majapahit yang notabene merupakan Kerajaan Hindu.

Hal itu ditandai dengan tidak jauh dari lokasi makam terdapat situs Kolam Segaran, Candi Kedaton dan juga Candi Lantai Segi Enam yang merupakan peninggalan dari Kerajaan Majapahit.

Kompleks pemakaman Islam yang terdapat kurang lebih 16 makam tersebut dipercaya oleh sebagian besar masyarakat sebagai makam para ulama yang berjasa menyebarkan ajaran agama Islam di Tanah Jawa sebelum era Wali Songo.

Menurut salah satu pengunjung, Nur Afif, warga Trowulan, mengatakan, Makam Troloyo merupakan tujuan bagi rombongan para peziarah dari berbagai kota.

’’Biasanya banyak rombongan peziarah terutama dari rombongan Wali Songo yang menambahkan Makam Troloyo sebagai rute tambahan mereka,’’ ungkapnya.

Sebab, lanjut dia, di dalam kompleks terdapat makam yang dipercaya sebagai Makam Syech Jumadil Qubro yang konon merupakan kakek dari Sunan Ampel. ’’Yang menjadi jujukan kebanyakan peziarah ya di makamnya Syech Jumadil Qubro,’’ paparnya.

Terdapat waktu tertentu pengunjung akan ramai, yakni ketika hari Kamis malam Jumat Legi (kalender Jawa). ’’Hari biasa juga ramai, namun berhubung sekarang bulan puasa jadi agak kurang. Nanti baru ramai lagi saat sepuluh malam terahir Ramadan,’’ ucapnya.

Sementara itu, Suparlan, warga Peterongan, Kabupaten Jombang, juga menyempatkan waktu untuk mengunjungi makam. ’’Tadi mampung ada waktu dan perjalan dari Surabaya. Sehingga saya sempatkan untuk mampir ke sini (Makam Troloyo),’’ terangnya.

Dia juga mengatakan sudah berkali-kali mengunjungi wisata religi di Mojokerto tersebut. ”Wah, sudah tidak bisa menghitung berapa kali, tujuannya ya untuk ziarah,” pungkasnya.

Di dalam kompleks, juga dilengkapi sebuah pendapa. Sehingga para wisatawan yang datang berkunjung bisa beristirahat atau pun sekadar melihat lihat kompleks makam yang cukup luas itu.

Selain itu, juga terdapat sebuah masjid untuk melaksanakan ibadah salat atau pun berdoa di dalam kompleks makam. (ram/abi)

 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia