Rabu, 24 Jan 2018
radarmojokerto
Budaya

Bersihkan Buddha sebelum Hari Suci

Jumat, 20 May 2016 09:20

Bersihkan Buddha sebelum Hari Suci

SAMBUT WAISAK: Patung Buddha Tidur Trowulan dibersihkan jelang Hari Suci. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto/Jawapos.com)

MOJOKERTO – Perayaan Hari Suci umat Buddha, Waisak 2560 BE tahun 2016 memang masih dua hari lagi.
 
Namun sejumlah persiapan kini telah dimatangkan oleh sejumlah umat Buddha, tak terkecuali di Mahavihara Majapahit Trowulan.

Wihara di Desa Bejijong, Kecamatan trowulan itu adalah salah satu dari sekian wihara jujukan umat Buddha se-Jatim.
Salah satu upaya persiapan itu yakni lewat pembersihan altar ibadah tak terkecuali Patung Sidharta Gautama atau biasa disebut Buddha Tidur (Sleeping Buddha).

Ya, patung yang konon disebut-sebut terbesar ketiga se-Asia tenggara setelah Thailand dan Nepal itu nantinya akan menjadi tempat suci umat Buddha di puncak Waisak pada Minggu (22/5) pagi pukul 04.00.

Sebagai penyempurna ibadah, maka sang patung pun butuh dibersihkan menyambut hari suci.
 
Romo Dhammapala Saryono, salah satu pengurus mahavihara menyatakan, upaya bersih-bersih ini agar saat prosesi ibadah nanti setiap umat dapat merasakan khidmatnya.

Sebab, dalam Buddha juga diajarkan Dhamma tentang sucinya kembali umat seperti bayi yang baru lahir.
 
Pensucian itu bisa terlaksana saat prosesi pradaksinapatha, atau mengitari patung Buddha sebagai penghormatan di Hari Suci.
 
Setelah itu, umat akan diwajibkan melakoni meditasi dan mandi rupang untuk mendapatkan air suci yang diambil dari sumber mata air Umbul Jumprit, Temanggung, Jawa Tengah (Jateng).

"Pradaksinapatha nanti puncaknya pada pukul 04.00 pagi. Itu merupakan sucinya kembali Buddha," katanya.

Dia menambahkan, selain meditasi dan mandi rupang, prosesi perayaan Waisak juga bisa dinikmati oleh warga sekitar.

Perayaan ini sebagai bagian dari menjalin kerukunan antarumat beragama. Seperti baksos dan donor darah.

"Bakti sosial kepada warga sekitar dijadikan perwujudan melindungi dunia atas sifat keserakahan yang berujung pada murka," tambahnya. (far/ris)

 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia