Kamis, 14 Dec 2017
radarmalang
icon featured
Malang
Tanpa Freezer, Bikinnya Cukup 2 Menit

Tanpa Freezer, Bikinnya Cukup 2 Menit

Tanpa Freezer, Bikinnya Cukup 2 Menit

Rabu, 11 Oct 2017 15:56 | editor : Deka Adrianto

Tanpa Freezer, Bikinnya Cukup 2 Menit

Jika pada umumnya membuat es krim itu memerlukan freezer, di tangan tiga dosen Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB), es krim bisa dibuat menggunakan nitrogen cair. Bagaimana cara membuatnya?

Satu tahun lalu, tiga dosen Fapet UB, yaitu Ir Umi Wisaptiningsih MS, Ir Manik Eirry Sawitri MS, serta Abdul Manab SPt MP mengusulkan sebuah hasil penelitian ke Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Penelitian ini diberi nama Liquid Nitrogen Ice Cream atau es krim nitrogen cair (N2).

Es krim tersebut dibekukan menggunakan N2 dan hanya membutuhkan waktu 2–3 menit. Tentu ini jauh lebih efektif dibanding membuat es krim menggunakan freezer yang membutuhkan waktu 24 jam.

Karena keberhasilannya itu, hasil penelitian tersebut saat ini sedang dalam proses didaftarkan ke hak atas kekayaan intelektual (HAKI). ”Kemarin kami usulkan ke Kemenristekdikti dan lolos untuk program Iptek Bagi Kreativitas dan Inovasi Kampus (IBKIK),” ujar Ir Umi Wisaptiningsih MS, dosen Jurusan Sosial Ekonomi Peternakan UB sekaligus ketua tim pengusul.

Ditanya soal biaya produksinya, dia mengakui, kalau menggunakan nitrogen cair itu memang lebih mahal. Sebab, untuk membeli tabung nitrogen harus merogoh kocek sekitar Rp 20 juta per unit. Meski demikian, untuk harga jual es krim nitrogen juga lebih mahal. Untuk  es krim nitrogen, 1 cup (150 ml) harganya Rp 25 ribu. ”Kalau es krim biasa, 1 cup sekitar Rp 10 ribu,” ungkapnya.

Wartawan koran ini berkesempatan melihat cara pembuatan es krim nitrogen cair tersebut. Pertama-tama, adonan es krim atau ICM (ice cream mix) yang berbentuk cair ditaruh dalam sebuah wadah adonan plastik. Lalu, ada sebuah mixer serta sebuah tabung N2. Dari tabung itulah, nitrogen cair yang berbentuk seperti asap dialirkan melalui selang besi. Saat ”asap” nitrogen cair sudah masuk ke wadah, adonan es krim tersebut diaduk menggunakan mixer hingga membeku seperti es krim pada umumnya.

”Dari yang tadinya bahannya cair bisa beku hanya dalam dua menit,” ungkap Umi. Perbandingannya, adonan es krim pada umumnya membutuhkan waktu 24 jam untuk proses aging (proses pendiaman adonan). ”Jadi, setelah adonan es krim cair dipapar nitrogen cair, es krimnya bisa langsung dinikmati,” kata Manik Eirry Sawitri MS, anggota tim pengusul yang juga dosen Program Minat Teknologi Hasil Peternakan Fapet UB.

Selain menghemat waktu, rupanya tekstur es krim nitrogen cair mempunyai kelebihan pada teksturnya yang lembut. ”Kalau dengan nitrogen cair, terbentuk kristal-kristal kecil dan halus sehingga es krimnya lebih lembut,” ungkap Manik.

Produk Liquid Nitrogen Ice Cream ini sudah diproduksi dan dapat dibeli di Jalan Mundu No 40. ”Kami mengajak mahasiswa untuk ikut belajar proses pembuatan hingga penjualannya juga. Sekalian mereka belajar berwirausaha,” ujar Manik.

Di sana, ada seorang mahasiswa semester 8 Jurusan Sosial Ekonomi Peternakan UB yang juga ikut memproduksi es krim nitrogen cair. ”Warung es krim” mereka ini dibuka sejak 4 Agustus lalu.

Sebenarnya, selain es krim nitrogen cair, mereka juga memproduksi es krim dengan proses normal. ”Ini resepnya kami bikin sendiri dan tidak  menggunakan perasa buatan maupun pengawet. Karena memang semangatnya untuk bikin es krim yang sehat,” ungkap Manik yang lahir di Mojokerto, 7 September 1959, ini. Untuk es krim tersebut, ada varian rasa vanila, cokelat, dan stroberi.

Selain itu, juga ada shorbet (es dari buah segar) yang terbuat dari buah-buahan segar. ”Ini juga komposisinya hanya buah, air, dan gula. Lalu, ditaruh di freezer selama 8 jam,” kata Manik. Walaupun ”warung” itu baru dibuka sekitar dua bulan, tapi antusias masyarakat cukup tinggi. Bahkan, ada pula yang ingin memesan hingga dibawa ke luar kota.

Selama ini, es krim ini diproduksi dua kali dalam seminggu. Untuk sekali pembuatan es krim membutuhkan sekitar 10 liter susu sapi. Susunya pun tidak sembarangan yang dipilih. Mereka mengambil dari laboratorium lapang Sumber Sekar Dau, sebuah laboratorium peternakan milik Fapet UB.

Tidak hanya berhenti pada pemasaran produk, hasil penelitian es krim nitrogen cair ini sebentar lagi akan dipublikasikan ke jurnal internasional. ”Sekarang sudah jadi draf dan akan segera di-submit,” kata Abdul Manab SPt MP, dosen Minat Teknologi Hasil Peternakan Fapet UB yang juga anggota tim pengusul. 

Nantinya juga hasil penelitian es krim nitrogen ini akan dijadikan bahan buku ajar yang sekarang juga sudah dalam proses draf tulisan. 

(rm/dek/dek/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia