Jumat, 15 Dec 2017
radarmalang
icon featured
Batu
Rindra Afrizqi, Langganan Juara Lomba Puisi

Rindra Afrizqi, Langganan Juara Lomba Puisi Berprestasi

Rindra Afrizqi, Langganan Juara Lomba Puisi

Rabu, 11 Oct 2017 15:52 | editor : Deka Adrianto

Rindra Afrizqi, Langganan Juara Lomba Puisi  Berprestasi

Barangkali tak semua siswa bisa seperti Rindra Afrizqi. Sebab, siswa berusia 14 tahun tersebut mampu mempertahankan prestasi akademik dan nonakademiknya.

Humoris dan tegas. Itulah yang tampak pada sosok Rindra Afrizqi, salah satu siswa berprestasi di Kota Batu. Saat ditemui di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Batu, Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, kemarin (10/10), siswa kelahiran 23 Juni 2003 ini menceritakan jika dia pernah menjadi juara II baca puisi di tingkat kecamatan. Selain itu, dia juga juara I lomba baca puisi umum tingkat SMP/sederajat se-Kota Batu, juara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat SMP/Sederajat se-Kota Batu, dan wakil Kota Batu di ajang yang sama di tingkat Provinsi Jatim. Terbaru, dia meraih juara I lomba baca puisi Malang Raya di SMA Surya Buana, 7 Oktober lalu. ”Saya suka membaca puisi sejak SD. Dulu sering diminta mewakili sekolah untuk lomba,” kata Rindra kepada Jawa Pos Radar Batu kemarin.

Tak hanya itu, prestasi Rindra di bidang akademik pun relatif seimbang dengan bidang nonakademiknya. Di selalu masuk 10 besar di sekolahnya.

Hal ini diraih Rindra berkat kemampuannya menyeimbangkan hobi dan kewajibannya bersekolah. Bahkan, dia juga ikut les dan minta diajari teman-temannya jika ketinggalan pelajaran karena mengikuti lomba. ”Membaca puisi adalah hobi, sedangkan belajar adalah kewajiban. Jika bisa seimbang, prestasinya pun akan mengikuti,” ucap siswa kelas IX ini.

Khusus untuk lomba membaca puisi di tingkat Malang Raya pada 7 Oktober lalu, Rindra mengaku hanya satu minggu melakukan persiapan. Selama satu minggu sebelum lomba, dia terus latihan sepulang sekolah. Sedangkan setiap latihan rata-rata menghabiskan waktu hingga 4 jam. ”Latihannya tiap pulang sekolah selama seminggu,” tandasnya.

Ada empat hal yang selalu jadi bahan latihan tersebut. Yaitu, teknik vokal, mimik wajah, dan gestur tubuh, intonasi nada, dan penghayatan.

Dari empat hal tersebut, Rindra mengaku kesulitan pada penghayatan dan intonasi. Sebab, dua hal tersebut menuntut pembaca puisi bisa menggunakan perasaan. ”Biar pendengarnya bisa merasakan apa yang dibacakan,” ungkap anak dari pasangan Leni Eka Purwati dan Mucthar Ghozali tersebut.

Sementara puisi yang ditampilkan pada acara tersebut dari karangan Emha Ainun Nadjib. Ada dua judul puisi karangan sastrawan kondang ini yang dibawakan Rindra, yaitu Engkau Bersujud dan Menyorong Rembulan. ”Yang Menyorong Rembulan menjadi puisi wajib (harus ditampilkan) para peserta,” terangnya.

Tak hanya itu, Rindra juga sempat waswas saat pengumuman lomba. Sebab, namanya sempat tak dipanggil panitia saat diumumkan sebagai juara. ”Ternyata salah (nama yang dipanggil pertama kali, Red). Yang benar (juaranya) nama saya,” kenang siswa yang tinggal di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, ini.

Ke depan, dia akan terus belajar membaca puisi. Sebab, Rindra ingin terus mengharumkan nama daerahnya. ”Akan terus latihan biar juara lagi,” harap dia. 

(rm/dek/dek/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia