Minggu, 17 Dec 2017
radarmalang
icon featured
Malang

Ini Jembatan Kaca Pertama di Indonesia, Ternyata Ada di Sini

Rabu, 11 Oct 2017 14:48 | editor : Suryo Eko Prasetyo

peresmian Jembatan Kaca di Kota Malang

MONUMENTAL: Rangkaian peresmian Jembatan Kaca, (9/10), yang dihadiri Wali Kota Malang Moch Anton (depan bertopi) dan para tokoh di Kota Malang. (Fisca Tanjung/JawaPos.com)

JawaPos.com – Bisa dibilang jembatan kaca penghubung dua kampung tematik di Kota Malang, merupakan satu-satunya di Indonesia. Dua kampung itu, Kampung Wisata Jodipan (KWJ) di Kelurahan Jodipan dan Kampung Tridi di Kelurahan Kesatrian. Jembatan kaca sepanjang 20 meter dengan lebar 1,25 meter itu dapat dilewati oleh masyarakat.

peresmian Jembatan Kaca di Kota Malang

MONUMENTAL: Rangkaian peresmian Jembatan Kaca, (9/10), di antara Kampung Wisata Jodipan (KWJ) di Kelurahan Jodipan dan Kampung Tridi di Kelurahan Kesatrian. (Fisca Tanjung/JawaPos.com)

Jembatan yang diberi nama Jembatan Kaca Ngalam Indonesia itu baru saja diresmikan Senin (9/10). Peresmian dihadiri oleh Wali Kota Malang Moch Anton, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Drs H Fauzan MPd, serta Vice President PT Inti Daya Guna Aneka Warna (Indana) Steven Antonius Sugiharto.

Jembatan berdiri di atas Sungai Brantas. Visual jembatan didominasi warna kuning emas. Dengan desain minimalis, jembatan tetap dapat digunakan dua arah. Dua lajur disiapkan untuk orang yang berjalan berpapasan. Pembangunan jembatan memakan biaya Rp 1,2 miliar. Diestimasikan, jembatan dapat menampung sekitar 50 orang.

KWJ dan kampung Tridi terletak berseberangan dan dipisahkan aliran sungai Brantas. Sebelum jembatan dibangun, wisatawan yang ingin menikmati kedua sisi kampung harus menaiki puluhan anak tangga dan memutar lewat Jembatan Brantas. Munculnya Jembatan Kaca menjadi fasilitas baru bagi warga sekaligus alternatif bagi pengunjung.

Diharapkan, selain mempermudah akses, kekerabatan antar kampung pun kian rekat untuk mempercantik Kota Malang.

Lantaran berlantai kaca, warga dan pengunjung diajak menikmati pemandangan dasar sungai dari atas jembatan. Kaca yang transparan memiliki sensasi tersendiri layaknya Jembatan Kaca di Zhangjiajie, Tiongkok.

Kini, jembatan kaca menjadi spot foto baru bagi netizen yang kerap mengunggah foto-foto menariknya di media sosial.

Anton mengatakan, jembatan ini bisa dijadikan motivasi untuk kampung lain. ‘’Bisa jadi pilot project baik nasional maupun intrnasional,’’ ujar Anton.

Menurut dia, dengan hadirnya jembatan ini jelas membawa perubahan bagi masyarakat di sekitarnya. ‘’Bisa beri kontribusi nyata secara ekonomi maupun peningkatan wisata,’’ imbuhnya. Selain dapat meningkatkan ekonomi kerakyatan, juga nantinya bisa mengembangkan UKM masyarakat sekitar.

Sebagai informasi, jembatan kaca merupakan hasil desain dua mahasiswa Teknik Sipil UMM, yaitu Mahatma Aji dan Khoriul. Mereka di bawah binaan dosen  Ir Lukito Prasetyo. Jembatan itu  dikerjakan dengan membutuhkan waktu lima bulan, yaitu sejak 8 Mei hingga 7 Oktober 2017.

Vice President Indana Steven menjelaskan, tidak sedikit biaya dihabiskan untuk pembuatan jembatan kaca. Lebih-lebih ada sekitar enam ton cat tersalurkan untuk memperindah KWJ dan Kampung Tridi. ‘’Indana sebagai perusahaan cat asal Malang akan terus membantu pembangunan di Kota Malang. Wujud kepedulian sosial ini sebagai bentuk terima kasih kami pada warga,’’ ujar Steven.

Sebelumnya, Indana telah banyak menyelesaikan program CSR. Sebut saja Kampung Hijau Decofresh, Kampung Warna-warni (KWJ), Kampung Tridi, Kampung Putih, dan mural flyover Arjosari. Saat ini, Indana juga tengah mengerjakan Kampung Arema yang posisinya berada tepat di sebelah barat Kampung KWJ dan Kampung Tridi. Berbeda dengan konsep sebelumnya, Kampung Arema identik warna biru di tiap-tiap dinding dan atapnya.

(rm/fis/sep/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia