Minggu, 17 Dec 2017
radarmalang
icon featured
Malang

305 Orang Berebut Posisi Panwascam, Hanya Segini Kuota yang Dibutuhkan

Selasa, 10 Oct 2017 18:24 | editor : Suryo Eko Prasetyo

Panwascam saat ujian tulis yang diselenggarakan oleh Panwaslu Kabupaten Malang

SERIUS: Sebanyak 305 calon Panwascam mengikuti ujian tulis yang digelar oleh Panwaslu Kabupaten Malang. (Tika Hapsari/JawaPos.com)

JawaPos.com – Sebanyak 305 calon panitia pengawas kecamatan (Panwascam) mengikuti tes tulis yang diselenggarakan oleh Panwaslu Kabupaten Malang. Para peserta dari 33 kecamatan itu pada akhir pekan (8/10) mengikuti tes di Universitas Raden Rahmat (Unira), Kepanjen, Kabupaten Malang.

Ketua Panwaslu Kabupaten Malang, Abdul Fatah, menjelaskan, setiap peserta harus menyelesaikan 100 soal dalam waktu 120 menit. Tes tulis yang diselenggarakan merupakan tahap kedua. Teknisnya, 305 peserta ini akan dipilih menjadi enam orang saja di setiap kecamatan.

''Nanti kami akan menyeleksi di tahapan wawancara dan dipilih tiga orang saja,'' kata Fatah. Tiga orang yang terpilih bertugas mengawasi pelaksanaan pemilu di setiap kecamatan.

Kriteria Panwascam di antaranya telah berusia di atas 25 tahun, jenjang pendidikan minimal SMA, dan berdomisili sesuai dengan kecamatan yang didampingi.

Sumber yang dijadikan bahan ujian tulis, berasal langsung dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Fatah menjelaskan, materi ujian tulis berisi pertanyaan tentang pengetahuan umum. Soal yang diujikan juga memuat pertanyaan yang berkaitan dengan kepemiluan.

Dia tidak tahu pasti secara detil untuk soal. Namun, sebagian besar soal mengenai permasalahan yang berkaitan dengan Pemilu. Agar tidak ada penyalahgunaan terhadap soal yang dimuat dalam ujian tulis Panwaslu, naskah dimusnahkan usai diujikan.

Dia menanyampaikan, prosedur ini sudah ditetapkan pada tingkat Panwas pusat. ''Soal langsung dimusnahkan untuk menghindari penyahagunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,'' tegasnya.

Targetnya, Oktober 2017 tiga perwakilan Panwascam di 33 kecamatan sudah bisa dilantik. ''Tugas mereka nanti mengawasi setiap tahapan maupun aturan yang ditetapkan berdasarkan Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilu,'' tukas Fatah.

(rm/tik/sep/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia