Rabu, 13 Dec 2017
radarmalang
icon featured
Malang

Ini Pesan Wali Kota di Bersih Desa, Kontrol Kebersihan Lingkungan

Senin, 09 Oct 2017 18:47 | editor : Suryo Eko Prasetyo

Karnaval bersih desa Merjosari dengan budaya nusantara

MULTI ETNIK: Peserta karnaval bersih desa Merjosari menampilkan kekayaan budaya nusantara. (Fisca Tanjung/JawaPos.com Radar Malang)

JawaPos.com – Beberapa ruas jalan di Kota Malang berpotensi padat pasca tahun baru Islam 1 Muharam. Kepadatan itu hampir selalu terjadi pada seputaran akhir pekan. Kegiatan karnaval desa di sejumlah wilayah menjadi penyebab kemacetan selain volume kendaraan yang meningkat. Di antaranya, sejumlah titik Jalan Gajayana yang sempit untuk lalu lalang dua arah kendaraan roda empat.

Ratusan warga terlibat Bersih Desa Merjosari. Mereka menampilkan kreasi dalam perhelatan bulan Muharam setahun sekali. Mengambil tema besar "Merjosari Bangkit" karnaval menampilkan kekayaan budaya nusantara. Mulai budaya Jawa, Kalimantan hingga Bali. Bahkan, mereka cukup totalitas dengan membuat replika rumah adat hingga ogoh-ogoh.

Wali Kota Malang Moch Anton memberi atensi dengan membuka acara itu. Anton mengapresiasi kegiatan untuk melestarikan budaya lokal. ''Kegiatan uri-uri budaya ini sangat baik dan sangat positif sekali,'' kata Anton.

Karnaval Desa Merjosari di Jalan Gajayana.

TUTUP JALAN: Karnaval Desa Merjosari membuat ruas Jalan Gajayana tidak bisa dilewati kendaraan bermotor. (Fisca Tanjung/JawaPos.com Radar Malang)

Kreativitas warga mengkreasikan ide dan gagasan dituangkan dalam gerak tari. Mereka juga membuat busana dengan berbagai kreasi. Wali kota keturunan etnis Tionghoa itu berpesan agar warga Malang terus menjaga tradisi dan budaya setempat di tengah arus globalisasi dan modernisasi.

"Pemkot akan terus mendukung acara ini karena karnaval bersih desa punya pesan kuat untuk bersyukur kepada Tuhan sekaligus upaya menjaga kebersihan lingkungan,'' tutur Anton.

(rm/fis/sep/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia