Rabu, 13 Dec 2017
radarmalang
icon featured
Batu

Ini Temuan Polisi saat Olah TKP Tewasnya Wakil Rakyat Saat Paralayang

Sabtu, 07 Oct 2017 21:28 | editor : Suryo Eko Prasetyo

Polres Batu saat melakukan olah TKP di Gunung Banyak, terkait kematian anggota DPRD Kabupaten Muara Enim

IDENTIFIKASI: Polisi dari Polres Batu saat melakukan olah TKP di Gunung Banyak, terkait kematian anggota DPRD Kabupaten Muara Enim. (AKP Daky Dzul Qornain for JawaPos.com)

JawaPos.com – Polres Batu menyelidiki tewasnya anggota DPRD Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan Syaiful Iqbal Asofar secara maraton. Insiden jatuhnya Syaiful saat berparalayang di langit Gunung Banyak, Kecamatan Songgokerto, Kota Batu pada Kamis (5/10) sekitar pukul 16.00 dituntaskan tidak sampai akhir pekan Sabtu (7/10).

"Rangkaian penyelidikan sudah maksimal dari olah TKP kemarin (Jumat 6/10)," ungkap Kasatreskrim Polres Batu AKP Daky Dzul Qornain kepada JawaPos.com. Daky langsung memimpin olah tempat kejadian perkara (TKP) di salah satu spot paralayang di Kota Batu itu. Hasilnya, insiden yang merenggut nyawa pemegang lisensi terbang paralayang itu akibat faktor alam.

Korban pun sudah dibawa ke Muara Enim untuk dimakamkan. ‘’Sekarang pancaroba, dampak besar terhadap kondisi alam. Termasuk angin sehingga menyebabkan turbulensi pada kejadian tersebut,’’ beber Daky.

Dia menjelaskan, payung paralayang semula berhasil mengembang dengan sempurna saat take off. Kecepatan angin sekitar 22 hingga 24 knot. Syaiful sempat terbang menempuh jarak mencapai 1 kilometer selama 15 menit.

Pada ketinggian sekitar 2.000 meter, dia mengalami turbulensi pada layar. Empasan angin yang menerpa payung membuat paralayangnya terpuntir. "Terjadi empasan angin yang membuat layar mluntir. Tidak ada kerusakan pada alat paralayang," tegas Daky.

Akibat tidak mampu menguasai keadaan, Syaiful lantas jatuh dan sempat tersangkut di dahan pohon pinus setinggi enam meter. Helm korban terlepas. Dahan pun tidak mampu menahan beban berat badannya dan Syaiful kemudian terjatuh. Kepala korban lebih dulu terbentur aspal. Saat olah TKP, ditemukan bercak darah yang sudah mengering di permukaan aspal.

"Titik jatuhnya di pohon pinus, namun tidak mampu menopang. Tersangkut pada kabel telpon," terang Daky.

Korban langsung dilarikan ke IGD RSU Karsa Husada Kota Batu oleh warga pada pukul 16.40 WIB. Belum sempat mendapatkan penanganan medis, Syaiful dinyatakan telah meninggal. 

(rm/tik/sep/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia