Minggu, 17 Dec 2017
radarmalang
icon featured
Ekonomi

Tarif Angkutan Kereta Turut Picu Inflasi Kota Malang

Kamis, 05 Oct 2017 14:49 | editor : Suryo Eko Prasetyo

Armada kereta api di Stasiun Kota Baru Malang

ILUSTRASI: Armada kereta api di Stasiun Kota Baru Malang yang tumbuh memengaruhi persentase inflasi selama September 2017. (Fisca Tanjung/JawaPos.com)

MALANG KOTA – Kenaikan harga sejumlah komoditas turut memengaruhi tingkat inflasi. Berdasar penghitungan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang selama September 2017, inflasi meningkat 0,05 persen. Dari sekian banyak indikator, salah satunya disebutkan akibat naiknya tarif angkutan kereta api.

Personel dari Seksi Statistik Distribusi BPS Kota Malang Dwi Handayani Prasetyawati mengungkapkan, kenaikan inflasi September lalu setara dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 130,01 pada Agustus 2017 menjadi 130,07 pada September 2017. ''Untuk inflasi tahun kalender (September 2017 terhadap September 2016) mencapai 2,94 persen. Sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun 3,80 persen,'' bebernya.

Dwi menjelaskan, inflasi September 2017 dipicu oleh naiknya harga sejumlah komoditas. Selain tarif kereta api, ada kenaikan harga beras, besi beton, tahu mentah, emas perhiasan, biaya sekolah dasar, jeruk, pepaya, apel, dan surat kabar harian.

Beberapa komoditas turut menahan laju inflasi bulan lalu. Di antaranya, upah pembantu rumah tangga, batu bata/batu tela, emas perhiasan, tauge, daging sapi, besi beton, kacang panjang, garam, tongkol pindang, dan telur ayam ras.

"Penyebabnya naiknya IHK secara umum. Sebagian kelompok pengeluaran mengalami inflasi,'' terang Dwi.

Dari delapan kota IHK di Jawa Timur, tercatat tujuh kota mengalami inflasi dan satu kota deflasi. Inflasi tertinggi di Kediri mencapai 0.31 persen dengan IHK sebesar 126,09 persen. Kemudian, Surabaya di posisi kedua 0,26 persen, IHK 129.85. Berikutnya, Madiun 0,12 persen, IHK 127,70; Probolinggo 0,11 persen, IHK 126,00; Jember 0,06, IHK 125,83; dan Kota Malang, serta Sumenep 0,03 persen, IHK 125.89. Sedangkan yang deflasi adalah Banyuwangi 0,02 persen dengan IHK 125,70.

(rm/fis/sep/JPR)

Rekomendasi Untuk Anda

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia