Minggu, 21 Jan 2018
radarmalang
Edukasi

242 Sekolah Siap Sambut UNBK 2017

Kekurangan Komputer, SMP digandeng SMA/SMK

Kamis, 26 Jan 2017 22:54

 242 Sekolah Siap Sambut UNBK 2017

Para siswa test UNBK (Dok/Jawa Pos Radar Malang)

MALANG KOTA – Sekolah tingkat menengah pertama dan atas di Kota Malang yang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), melonjak tajam. Dari hasil pendataan yang berakhir kemarin (25/1), peserta UNBK di Kota Malang tahun 2017 menembus angka 242 sekolah.

 

Jika dibanding tahun 2016, beda jauh. Tahun lalu, hanya ada 67 sekolah. Jumlah tersebut didominasi SMA dan SMK, baik negeri maupun swasta. Sementara itu, untuk tingkat SMP hanya empat sekolah. Yaitu, SMPN 1, SMPN 3, dan SMPN 5, serta satu dari swasta, yakni SMP Charis.

Peserta UNBK dari SMP tahun ini juga meningkat drastis. Dari empat SMP pada 2016 lalu menjadi 142 SMP pada 2017 ini. Sebanyak 27 dari SMP negeri, 70 SMP swasta, dan 45 dari MTs swasta.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang Sri Ratnawati menyatakan, pihaknya memang terus mendorong sekolah di Kota Malang untuk melaksanakan UNBK. Tujuannya agar siswa terbiasa melaksanakan UNBK sejak di bangku.

Menurut dia, menggunakan komputer dalam ujian nasional (UN) juga menunjukkan integritas dari pendidikan yang diselenggarakan di sekolah. ”Tahun ini, semua SMP baik negeri maupun swasta ikut UNBK,” terang dia pada Jawa Pos Radar Malang, kemarin (25/1).

Namun, karena tidak semua SMP swasta memiliki fasilitas lengkap, disdik menyiapkan solusi. Yaitu, dengan menggandengkan SMP swasta dengan beberapa SMA/SMK, baik negeri dan swasta yang ada di Kota Malang. Kebetulan, ujian di SMP ada dua gelombang. Gelombang pertama pada 2, 3, 4, 15 Mei 2017, sedangkan gelombang II pada 8, 9, 10, 16 Mei 2017. ”Jika gelombang pertama tidak memungkinkan, maka akan masuk pada UNBK gelombang dua,” tandasnya.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri Kota Malang Burhanudin menyatakan, sebanyak 27 SMP negeri siap UNBK. Bagi sekolah yang belum lengkap perangkat komputer dan servernya, akan digandengkan dengan SMA dan SMK negeri yang ada di Kota Malang. Selain persiapan perangkat, siswanya juga sudah dipersiapkan untuk ikut UNBK. ”Beberapa siswa SMP negeri di Kota Malang sudah melakukan tryout sampai dua kali,” tandas dia.

Kesiapan untuk mengikuti UNBK juga disampaikan Ketua MKKS SMP Swasta Kota Malang Idam Kholid. Dia menyatakan, 70 SMP swasta di Kota Malang siap untuk UNBK. Pelaksanaannya nanti menggandeng SMA dan SMK, baik negeri maupun swasta. ”Oleh karena banyaknya jumlah SMP swasta, saya belum tahu jumlah sekolah yang masuk gelombang pertama dan kedua,” imbuhnya.

Sementara itu, untuk peserta UNBK dari SMA dan SMK baik negeri dan swasta, juga meningkat tahun ini. Jika 2016 lalu hanya ada 63 sekolah, tahun ini mencapai 100 sekolah, atau naik 37 sekolah. Peserta UNBK tahun ini berasal dari 10 SMA negeri dan 13 SMK negeri. Kemudian, ada 34 SMA swasta dan 43 SMK swasta.

Ketua MKKS SMA Negeri Tri Suharno menyatakan, SMA negeri tidak ada masalah untuk mengikuti UNBK. Sebab, pada 2016 sudah pernah mengikuti. Namun, SMA Negeri Taruna Jatim yang baru itu belum memiliki perangkat lengkap. ”Saya sedang mengajukan pemenuhan perangkat komputer dan server untuk UNBK,” terang dia, kemarin (25/1).

Beberapa SMK Negeri di Kota Malang juga tidak ada kendala. Hal tersebut disampaikan Ketua MKKS Wadib Su’udi pada Jawa Pos Radar Malang kemarin (25/1). Terkait kebutuhan perangkat, SMK sudah mencukupi. Akan tetapi, SMK akan berperan juga membantu sekolah yang belum memiliki fasilitas yang lengkap untuk jenjang SMP, baik negeri maupun swasta.

Kesiapan 100 persen juga disampaikan Ketua MKKS SMK Swasta Jhon Nadha Firmana. SMK sudah memiliki kelengkapan fasilitas, di antaranya perangkat komputer yang mendukung dan server. Jika tahun lalu hanya 27 sekolah, sekarang seluruhnya ikut UNBK. ”Kami juga memberikan fasilitas bantuan pada SMP yang membutuhkan perangkat untuk pelaksanaan UNBK,” imbuh dia.

Selanjutnya, Ketua MKKS SMA Swasta Kota Malang Drs Purnomo Aji MPd menyampaikan hal senada. Meskipun kekurangan perangkat, dia berusaha untuk mencari solusi. Baik nanti dengan meminjam atau memfungsikan wali murid. ”Yang jelas, kami berupaya menyukseskan program pemerintah, salah satunya UNBK,” pungkasnya. (kis/c3/lid)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia