Minggu, 21 Jan 2018
radarmalang
Malang Kota

Enam Partai Siap Usung Calon

Godok 16 Nama, Termasuk Moch. Anton

Jumat, 19 May 2017 11:30

Enam Partai Siap Usung Calon

()

KOTA MALANG Tensi politik jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Malang pada Juni 2018 mendatang semakin memanas. Setelah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi mengusung calon petahana Moch. Anton sebagai calon wali kota dalam Pilkada Kota Malang 2018, kini giliran sejumlah partai politik (parpol) mulai menabuh genderang pertarungan.

 

Empat partai mulai merapat dan menyatakan satu suara dalam menyambut Pilkada 2018. Empat ketua partai menyatakan diri bergabung dalam forum silaturahmi yang digelar di Ruang Fraksi Gerindra, Gedung DPRD Kota Malang, kemarin (18/5). Yakni Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang diwakili Sekretaris DPC Taufik Bambang, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dihadiri Ketua DPD Ernanto Djoko Purnomo, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) diwakili Ketua DPC Heri Pudji Utami; dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang dihadiri Ketua DPC Anang Sulistyono.

 

Semangat mereka untuk membentuk koalisi itu salah satunya terpacu dengan kemenangan penantang melawan incumbent di Pilkada DKI Jakarta yang baru usai beberapa waktu lalu.

Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Malang Taufik Bambang sebagai juru bicara forum komunikasi tersebut menyatakan, ada dua partai lain yang juga telah sepakat bergabung. Yakni Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat. ”Kesepakatan menjalin komunikasi ini sudah dilakukan enam partai, tapi dua ketua partai lain berhalangan hadir,” ujar Taufik.

Dia mengungkapkan bahwa proses komunikasi untuk mengerucutkan kesepakatan tersebut sudah dijalin selama dua bulan. Menurutnya, enam partai tersebut bersepakat menjalin silaturahmi untuk membangun Kota Malang melalui Pilkada 2018.

Taufik mengungkapkan, berdasarkan aturan pilkada,  enam partai itu tidak mungkin sendirian. Sebab, jumlah kursi yang dimiliki tidak memenuhi persyaratan. ”Kota Malang tidak bisa dibangun sendirian, melainkan dilakukan bersama-sama. Meski kami masih belum resmi berkoalisi, tapi membicarakan bagaimana baiknya,” ujar dia.

Sementara itu, berdasarkan hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 lalu, PDIP menjadi partai pemenang dengan mendapatkan 11 kursi. Disusul PKB yang meraih 6 kursi, Golkar 5 kursi, Demokrat 5 kursi, Gerindra 4 kursi, PAN 4 kursi, PPP 3 kursi, PKS 3 kursi, Hanura 3 kursi, dan Nasdem 1 kursi. Padahal, syarat pengajuan pasangan calon wali kota membutuhkan setidaknya 9 kursi. ”Hanya PDIP yang bisa mengusung calon sendiri. Kami harus berkoalisi. Enam partai ini telah memiliki 20 kursi,” terang Taufik.

Mengenai nama yang bakal diusung, dia mengungkapkan, mereka sepakat semua ketua partai di Kota Malang bisa menjadi calon wali kota. ”Semua ketua partai yang ada di sini layak. Termasuk ketua partai lain seperti Moch. Anton (incumbent), Arief Wicaksono, dan Ya’qud Ananda Gudban. Nanti, elektabilitas dan hasil survei yang akan menentukan,” ujarnya.

Taufik menambahkan, belum ada keputusan mengenai calon yang diusung. Apakah internal dari salah satu partai koalisi, atau justru calon-calon lain dari luar koalisi tersebut.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan mengusung calon dari anggota-anggota DPR RI yang saat ini tengah menjabat. Untuk diketahui, saat ini ada 8 anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur 5 atau wilayah Malang Raya. Yakni Ahmad Basarah dan Andreas Eddy Susetyo dari PDIP; Lathifah Shohib dari PKB; Kresna Dewanata Phrosakh dari Partai Nasdem; Moreno Suprapto dari Partai Gerindra; Ridwan Hisjam dari Partai Golkar; Totok Daryanto dari PAN; serta Nurhayati Ali Assegaf dari Partai Demokrat.

Taufik mengungkapkan, poros yang diusung tersebut masih membuka kesempatan jika ada partai politik lain yang ingin bergabung. Dari total 10 partai yang menduduki gedung dewan, masih ada PDIP, PKB, Partai Hanura, dan Golkar yang tidak terlibat koalisi tersebut. ”Partai lain juga kami ajak kok, tapi mereka tidak merespons. Baik itu PDIP maupun PKB, atau partai yang lainnya,” tegasnya. Saat disebut koalisi tersebut merupakan ajang mengumpulkan kekuatan untuk menaikkan ”nilai jual” di kancah Pilkada 2018, Taufik mengelak.

Meski dalam kesempatan tersebut, Ketua DPC PPP Kota Malang Heri Pudji Utami juga sempat mengungkapkan bahwa kemungkinan untuk bergabung dengan partai lain juga masih terbuka. ”Ibarat penjual, kalau ada pembeli ya monggo (silakan). Kalau visi dan misi sama, ya monggo bergabung dengan kami,” ujar Heri Pudji Utami.

Menurut perempuan yang juga anggota DPRD Kota Malang tersebut, sebagai ketua fraksi, pihaknya sepakat dengan misi koalisi tersebut. ”Dalam forum ini kami berunding, ditata, dan ke depannya Kota Malang harus lebih baik,” ujarnya.

Ketua DPD PKS Kota Malang Ernanto Djoko Purnomo mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut menegaskan keberagaman latar belakang partai yang tergabung justru menjadi kekuatan tersendiri. ”Partai-partai ini kan beragam, ada yang berlatar agamis, nasionalis, hingga moderat. Ibaratnya, saat ini kami sedang pendekatan, taaruf. Jadi nggak akan ujuk-ujuk nikah,” terangnya.

Selain itu, Ketua DPD Nasdem Kota Malang Anang Sulistyono juga sepakat bahwa hal ini merupakan langkah awal agar mereka bisa guyub (rukun) membangun Kota Malang. Berdasarkan pengamatannya saat ini, pembangunan yang dilakukan di Kota Malang masih perlu dipercepat. ” Untuk itu, membangun Kota Malang yang lebih cepat, kita membutuhkan kebersamaan,” tandasnya.

Terpisah, Ketua DPC Demokrat Kota Malang Arif Dharmawan mengungkapkan, dia tidak dapat mengikuti forum silaturahmi tersebut karena tengah mengikuti kegiatan di Surabaya. Mengenai kepastian koalisi, Arif mengaku belum ada keputusan dari Partai Demokrat. ”Semuanya kan masih  awal. Dan ini merupakan pertemuan awal. Belum sampai di tingkat DPD maupun pengurus DPP Demokrat di pusat,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris DPC PAN Kota Malang Dito Arief. ”Kalau PAN masih belum menentukan arah. Kalau komunikasi iya, tadi malam ada pertemuan (dengan partai-partai tersebut). Tapi, untuk koalisi belum sejauh itu,” ujar Dito.

Menurutnya, pihak PAN memang tengah melakukan komunikasi intens dengan parpol-parpol lain jelang Pilkada 2018. ”Kami sepakat membangun Kota Malang, tapi ketidakhadiran tadi (kemarin) mungkin karena memang belum sampai sejauh itu (berkoalisi),” terangnya. (lil/c2/lid)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia