Minggu, 21 Jan 2018
radarmalang
Ekonomi Bisnis

Hadapi Ramadan dan Lebaran, BI Siapkan Rp 3,5 Triliun

Sabtu, 13 May 2017 09:11

Hadapi Ramadan dan Lebaran, BI Siapkan Rp 3,5 Triliun

MENINGKAT: Uang pecahan Rp 100 ribu ini ditata di kantor BI Malang sebelum didistribusikan ke sejumlah bank, Jumat (12/5). (BAYU EKA NOVANTA/RADAR MALANG)

KOTA MALANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Malang menyiapkan uang tunai Rp 3,5 triliun untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat selama momen Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Angka ini lebih besar bila dibandingkan dengan realisasi penyaluran uang tunai pada 2016 lalu yang mencapai Rp 2,8 triliun.

Proyeksi ketersediaan uang tunai pada tahun ini juga lebih tinggi ketimbang tahun lalu. Seperti diketahui, tahun lalu, BI Malang memproyeksikan Rp 3 triliun untuk kebutuhan Ramadan dan Lebaran.

Kepala Tim Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, Layanan, dan Administrasi BI Malang Rini Mustikaningsih mengungkapkan alasan mengapa perlu ada peningkatan jumlah proyeksi ketersediaan uang tunai. ”Kenaikan itu karena ada uang baru tahun emisi 2016,” ujar Rini ketika ditemui di ruang kerjanya, kemarin (12/5).

Momen Ramadan dan Lebaran dimanfaatkan BI Malang untuk mendistribusikan pecahan rupiah tahun emisi 2016. Dari total Rp 3,5 triliun yang bakal didistribusikan, sebagian besar merupakan pecahan uang baru. ”Bahkan, untuk pecahan kecil (Rp 1.000, Rp 2.000, dan Rp 10.000) perbandingannya tiga kali lebih banyak uang baru ketimbang yang lama,” jelas Rini.

Sementara untuk uang pecahan besar, yakni Rp 20 ribu, Rp 50 ribu, dan Rp 100 ribu, komposisi antara uang lama dengan uang barunya 50:50. Seluruh uang pecahan untuk kebutuhan Ramadan dan Lebaran akan didistribusikan ke seluruh perbankan, termasuk Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di wilayah Malang dan sekitarnya.

 ”Kami sudah koordinasi dengan bank yang mempunyai khasanah (ruang penyimpanan) besar. Sudah bisa diambil mulai awal Mei lalu. Tapi (sementara) tidak boleh diedarkan,” terang dia. Rencananya, uang-uang itu baru bisa diedarkan mulai awal Ramadan.

Distribusi terutama untuk melayani permintaan uang baru dari masyarakat tak hanya dilakukan di masing-masing kantor perbankan. BI bersama sejumlah bank juga akan menyebar mobil kas keliling ke pusat keramaian. ”Tahun lalu kami gelar penukaran uang secara serentak yang disebar ke beberapa titik, seperti balai kota, polres, dan pasar,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rini menyatakan, ada perubahan terkait batas maksimal nominal penukaran uang yang bisa dilakukan masyarakat. Dari tahun lalu yang sebesar Rp 3,7 juta, naik menjadi Rp 3,8 juta.

Sebagai informasi tambahan, tradisi yang selama ini terjadi tiap tahunnya, permintaan terhadap uang tunai memang selalu tinggi ketika masuk Ramadan dan Lebaran. Angkanya jauh lebih besar ketimbang bulan-bulan lainnya di luar Ramadan dan Lebaran.

Sebagai perbandingan, selama April lalu, besaran outflow (arus kas keluar) di BI Malang hanya sebesar Rp 1,1 triliun. Malah, pada Januari 2017, outflow-nya hanya mencapai Rp 191 miliar. (fis/c2/muf)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia