Minggu, 21 Jan 2018
radarmalang
Malang Kota

Sutikno, Inisiator Poskamling Plus Perpustakaan di Kelurahan Pandanwangi

Gerakkan Warga, Diapresiasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara

Sabtu, 13 May 2017 09:08

Sutikno, Inisiator Poskamling Plus Perpustakaan di Kelurahan Pandanwangi

PERCONTOHAN: Sutikno (kiri) bersama sejumlah anak warga Kelurahan Pandanwangi di Poskamling Cerdas Literasi, Selasa lalu (9/5). (NURLAYLA RATRI/RADAR MALANG)

Meski hanya lulusan sekolah dasar (SD), Sutikno punya kepedulian tinggi pada pendidikan anak-anak di lingkungannya. Kepedulian itu dia wujudkan lewat konsep Poskamling Cerdas Literasi. Yakni pos keamanan lingkungan (poskamling) yang juga berfungsi sebagai perpustakaan.

 

NURLAYLA RATRI

 

Barangkali, inilah poskamling yang paling ”ceria” di kota ini. Dari warna bangunannya saja, keceriaan itu sudah cukup tergambar.

Temboknya dicat warna kuning, kusennya merah selaras dengan warna gentengnya. Sementara di atas genteng, terpampang papan bertuliskan ”Poskamling Cerdas Literasi”.

Melihat warna bangunannya, Poskamling Cerdas Literasi ini jauh dari kesan ”angker”. Tak seperti poskamling lainnya. Sebab, poskamling ini tak hanya menjadi tempat bagi orang-orang yang bertugas menjaga keamanan, tapi juga menjadi perpustakaan.

Karena itulah, Selasa sore (9/5), empat bocah yang masih mengenakan seragam sekolah dasar (SD) terlihat begitu menikmati kesempatan membaca buku di dalam poskamling tersebut. Apalagi, di dalam poskamling berukuran 3x3,5 meter itu, mereka bisa membaca buku-buku yang sesuai dengan usianya.

Sore itu, ada Siti Nabila Putri, sedang asyik membaca buku berjudul Kecil-Kecil Punya Karya: Ibuku Chayank, Muach!. Lalu, ada Nabila Maharani yang terlihat tak ingin mengalihkan pandangannya dari teks-teks buku Three Boys and Three Girls.

Kemudian, ada pula Dwi Aprilia Suliaji yang membaca Kumpulan Cerita Inspiratif untuk Anak. Sementara Aesa Azahra, juga asyik membaca kisah Putri Salju.

Aktivitas membaca seperti itu hampir terlihat setiap hari. Kebanyakan yang membaca buku di sana adalah anak-anak. Tapi, sejatinya, Poskamling Cerdas Literasi dibuat untuk semua umur. Buku-buku tentang kerajinan tangan hingga majalah untuk ibu-ibu juga tersedia di sana.

Konsep perpustakaan di dalam poskamling ini digagas oleh Sutikno. Dia menuturkan, idenya ini berawal dari rasa keprihatinannya melihat kondisi anak-anak di kampungnya. ”Awalnya saya tidak tega melihat anak saya dan teman-temannya bermain di pinggir jalan, sambil nunggu bus yang lewat dan berteriak-teriak telolet om telolet,” kata pria berusia 40 tahun ini.

Nah, saat melihat ada bangunan poskamling yang berfungsi di kampungnya, muncullah ide untuk membuat perpustakaan. Fungsi utama poskamling tidak ditinggalkan. Tapi, keberadaan buku-buku ini menambah fungsi dari poskamling tersebut.

Setelah lobi sana-sini, Sutikno mendapatkan izin dari warga untuk menambah fungsi dari poskamling itu. Sutikno kemudian bergerak mulai awal 2017 ini.

Sutikno merogoh kocek pribadinya untuk membeli buku. Dia tidak menghitung berapa total uang yang sudah dikeluarkan.

Sebab, pembelian bukunya secara bertahap. ”Ya menyisihkan uang sedikit demi sedikit untuk membeli buku. Apalagi upah saya sehari-hari tidak terlalu banyak,” ujarnya.

Sehari-hari, Sutikno bekerja menjadi pengantar galon air mineral dari toko ke rumah-rumah warga seputaran Kecamatan Blimbing. ”Kalau pagi hingga sore hari kerja, baru setelah itu jaga poskamling sambil ngawasi anak-anak yang bermain dan belajar,” kata duda dua anak ini.

Sadar bahwa dana yang dia miliki terbatas, Sutikno pun mendorong warga untuk ikut andil dalam menghidupkan poskamling-perpustakaan itu. ”Warga ada yang nyumbang rak-rak bekas. Lalu saya beli sepuluh buku untuk ngisi perpustakaan,” terang pria kelahiran 20 Maret 1977 ini.

Dari hari ke hari, Sutikno makin bersemangat membesarkan Poskamling Cerdas Literasi. Dia tak ingin anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya jadi malas belajar dan membaca. ”Kan saya merasa kurang begitu cerdas, membaca tidak terlalu lancar. Kalau lihat anak-anak cuma main, ya eman (sayang),” tutur alumnus SDN Kesamben ini.

Tak hanya sekadar menjadi ruang baca, Poskamling Cerdas Literasi juga  sering kali menyediakan fasilitas belajar secara gratis. ”Ada les pelajaran secara gratis saat ini. Adik-adik mahasiswa kalau sore hari membantu anak-anak di sini untuk belajar,” tambah bapak dari Muhammad Kurniawan, 9, dan Naila Putri Nurul Soliha, 5, itu.

Ke depan, Sutikno berniat menambah fungsi dari Poskamling Cerdas Literasi. Tak hanya menjadi poskamling dan perpustakaan saja. Tapi juga menjadi posko pengaduan masyarakat hingga pusat informasi soal bencana.

Kehadiran Poskamling Cerdas Literasi tersebut dinilai linier dengan program pembangunan kampung tematik serta kampung berkarakter yang digerakkan Wali Kota Malang Moch. Anton. Bahkan, Anton sempat menyebut Poskamling Cerdas Literasi saat presentasi tentang inovasi layanan publik di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Birokrasi Reformasi (PAN-RB), pekan lalu.

”Saya menyambut positif dan mengapresiasi kehadiran Poskamling Cerdas Literasi ini, apalagi itu tumbuh dari bawah (warga),” kata dia.

Menurut Anton, membangun budaya baca dari poskamling juga layak digalakkan di kampung-kampung lain. ”Keberadaan poskamling sering terabaikan fungsinya, bahkan banyak yang tidak terawat,  padahal poskamling merepresentasikan nilai-nilai keguyuban. Keberadaan Poskamling Cerdas Literasi ini semoga mampu memberi dorongan ke kampung lain juga,” ucapnya.

Bukan hanya itu, saat ada tim dari Kemen PAN-RB berkunjung ke Kota Malang pada Selasa lalu (9/5), tempat ini menjadi salah satu lokasi kunjungannya.  Salah satunya, Wahidul Kahhar, kabag Pelayanan Informasi dan Perpustakaan Kemen PAN-RB dan beberapa staf.

”Kalau desa atau kampung literasi sudah ada di tempat lain. Tapi, pemakaian poskamling sebagai perpustakaan atau pusat literasi, sepertinya baru kali ini saya temui. Ini bagus dan bisa ditiru di tempat lain. Lebih bagus lagi, jumlah kunjungan ke sini juga ditingkatkan. Sesama anak saling mengajak temannya,” ujar Wahidul Kahhar. (*/c2/muf)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia