Minggu, 21 Jan 2018
radarmalang
Edukasi

149.799 Siswa Berebut 10.633 Kursi PTN

Peminat Tertinggi FH UB, Terendah Fisika UIN

Jumat, 12 May 2017 13:17

149.799 Siswa Berebut 10.633 Kursi PTN

Ilustrasi (BAYU EKA NOVANTA/RADAR MALANG)

KOTA MALANG  – Perebutan kursi untuk calon mahasiswa baru (camaba) di tiga perguruan tinggi negeri (PTN) di Kota Malang yang bakal digelar pada 16–18 Mei mendatang bakal ketat. Sebab, pendaftar seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBM PTN) meningkat dari tahun lalu.

Dari hasil rekapitulasi pendaftaran SBM PTN yang ditutup Selasa lalu (9/5), sekitar pukul 16.00, total pendaftar yang memilih tiga PTN di Kota Malang (UB, UM, dan UIN) menembus angka 149.799 orang. Padahal tahun 2016 lalu hanya 129.936 pendaftar dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Sedangkan untuk kuota 3 PTN, yaitu Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM), dan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) totalnya hanya 10.633 kursi. Dengan demikian, jika dihitung secara kasar, peserta SBM PTN yang ingin lolos harus bisa mengalahkan kurang lebih 14 pendaftar lainnya. Sebab, semua bergantung jurusan yang dipilih karena ada jurusan yang banyak diminati dan ada jurusan yang sepi peminatnya.

Lalu, ke mana saja para pendaftar menjatuhkan pilihannya? Dari data yang diperoleh Jawa Pos Radar Malang, pendaftar SBM PTN yang terbanyak ada di UB yang mencapai 91.652 orang. Jumlah tersebut melonjak dari tahun lalu yang hanya sekitar 80.000 orang.

Ketua Panitia Lokal (Panlok) 55 Malang Prof Kusmartono sudah memprediksi lonjakan pendaftar itu sejak awal pembukaan pendaftaran SBM PTN. Sebab, UB mulai tahun ini menggunakan nilai hasil tes SBM PTN untuk penerimaan jalur mandiri sehingga tidak ada lagi tes terpisah untuk jalur tersebut. ”Peserta yang hanya mengandalkan jalur penerimaan mandiri tetap harus mendaftar dan ikut tes SBM PTN. Sebab, nilai itu yang digunakan untuk mengikuti seleksi mandiri,” jelas pria yang akrab disapa Kus tersebut.

Wakil rektor I UB itu menambahkan, selama ini lebih dari 40 persen peserta jalur mandiri di UB tidak ikut SBM PTN karena hanya mengandalkan jalur mandiri. ”Dengan kebijakan yang baru, sudah tidak bisa seperti itu lagi,” tambahnya.

Dia menyatakan, pendaftar SBM PTN di UB tahun ini totalnya mencapai 91.652 orang. Mereka mendaftar dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Sedangkan daya tampung UB untuk SBM PTN hanya 7.000 kursi dari total 10.000 calon mahasiswa baru (camaba). Menurut dia, jumlah total camaba yang diterima UB menurun 2.000 dari tahun sebelumnya yang mencapai 12.000 kursi.

Kemudian untuk pendaftar SBM PTN di Universitas Negeri Malang (UM) sebanyak 47.442 orang. Padahal, jumlah kuota yang disediakan UM untuk SBM PTN hanya 2.710 kursi. Meski demikian, di UM masih ada jalur mandiri yang akan dibuka setelah pengumuman SBM PTN.

Sedangkan di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, ada 10.705 pendaftar SBM PTN. Jumlah ini naik dibanding tahun lalu yang mencapai 10.540 orang. Menurut Wakil Rektor I UIN Maliki Dr HM Zainuddin MA, hal itu membuktikan masyarakat masih menjadikan SBM PTN sebagai jalur utama masuk PTN. Sedangkan kuota yang dibutuhkan 923 mahasiswa. Sama dengan UM, di UIN juga masih ada penerimaan camaba dari jalur tes mandiri.

Dari seluruh fakultas di tiga kampus negeri tersebut, Fakultas Hukum (FH) UB paling banyak diminati oleh pendaftar. Totalnya mencapai 4.157 orang. Sedangkan fakultas yang paling sepi peminatnya adalah jurusan Bahasa Mandarin UM. Dan jurusan Fisika UB yang masing-masing hanya diminati oleh 158 pendaftar.

Kemudian karena jumlah peserta meningkat, maka tiga PTN itu pun tidak mampu menampung seluruh pendaftar. Sehingga saat tes nanti, panitia akan memanfaatkan sejumlah lembaga pendidikan. Misalnya, untuk ujian bagi peserta di kelompok ujian Sosial dan Hukum (Soshum) akan dilaksanakan di UB. Sedangkan peserta kelompok Sains dan Teknologi (Saintek), ujiannya dilaksanakan di UM dan peserta campuran di UIN Maliki.

Membeludaknya jumlah peserta tes SBM PTN di Panlok 55 Malang, khususnya pada kelompok ujian Saintek dan Soshum, mengakibatkan UB dan UM menambah tempat ujian di luar kampus. UM sudah memastikan menambah di 16 lokasi lainnya. Yaitu SMPN 4, SMKN 2, SMKN 3, SMAN 1, SMAN 3, SMAN 4, MTsN 1, MAN 3, SMKN 4, SMAN 5, Universitas Katolik Widya Karya, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kampus 2, SMA Lab UM, SMA Panjura Kelud, SMP Lab UM, dan SMPN 6. Sedangkan UB, menambah lokasi ujian di SMAN 8, SMAN 9, Universitas Widyagama, dan STIE Malangkucecwara.

Dari 35.823 peserta itu, terbagi dalam kelompok ujian Sains dan Teknologi (Saintek) sejumlah 15.601 orang, kelompok ujian Sosial dan Hukum (Soshum) 16.432 orang, dan peserta kelompok ujian campuran 3.790 orang. Dalam mengikuti SBM PTN tidak semuanya menggunakan tes kertas/paper based test (PBT). Sebab, tahun ini ada yang tes pakai komputer/computer based test (CBT). Untuk yang mengikuti ujian menggunakan kertas sebanyak 34.243 orang.  Sedangkan peserta yang ujian menggunakan komputer/computer based test (CBT) 1.580 orang.

Sementara itu pada ujian SBM PTN mendatang, sejumlah titik di Kota Malang diperkirakan bakal dipadati oleh para pendaftar di PTN. Apalagi saat yang bersamaan juga ada kegiatan daftar ulang untuk camaba yang lolos seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNM PTN). Yang mana, jumlah pendaftar yang lolos jalur SNM PTN ada 6.167 orang. Dengan perincian, di UB 3.083 peserta, di UIN Maliki 816 peserta, dan UM 2.268 orang. Praktis akan ada lebih dari 40.000 camaba yang menyerbu Kota Malang pada hari tersebut.

Ketua Informasi dan Publikasi UM Aminarti Sri Wahyuni menyatakan, untuk kebijakan daftar ulang bagi yang lolos SNM PTN disamakan waktunya dengan ujian SBM PTN pun sudah dilakukan beberapa tahun lalu. ”Tes SBM PTN dilakukan bersamaan dengan daftar ulang peserta yang lolos SNM PTN agar tidak ada camaba yang mendaftar dobel,” kata Yuni sapaan akrabnya, kemarin (11/5). (viq/c2/lid)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia