Minggu, 21 Jan 2018
radarmalang
Total Arema
Kompetisi Liga 1

Arema FC Sodok Empat Besar

Selasa, 02 May 2017 06:20

Arema FC Sodok Empat Besar

YES, AKU BISA: Dedik Setiawan menggiring bola. Pada menit ke-70 berhasil membobol gawang Persiba. (Doli Siregar/Jawa Pos Radar Malang)

Ok/abm

Doli Siregar/Radar Malang

 

 

 

 

 

*Susah Payah Ungguli Persiba 1-0

 

MALANG KOTA – Selama hampir dua pekan, posisi Arema FC terseok-seok di peringkat tujuh klasemen sementara di Liga 1. Namun, berkat kemenangan 1-0 atas Persiba Balikpapan di Stadion Gajayana, tadi malam, tim berjuluk Singo Edan ini mulai merangkak naik ke peringkat empat dengan mengemas tujuh poin.

Ya, sebenarnya, jika Arema unggul minimal dua gol saja, maka kans merebut capolista (juara klasemen sementara) bisa diraih. Sebab, tim yang berada di posisi tiga besar yakni Semen Padang, Barito Putera, dan PSM Makassar sama-sama meraup tujuh poin. Hanya tiga tim di atas Arema FC itu sudah mengemas lima gol dengan jumlah kebobolan dua gol. Sedangkan Arema baru mengemas tiga gol dan belum kebobolan.

Kesempatan Arema FC merebut puncak klasemen terbuka jika saat menjamu Barito Putera di Stadion Kanjuruhan, Jumat (5/5), dan lawan PSM Makassar di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Rabu (10/5).

Pelatih Arema FC Aji Santoso menyatakan, raihan tiga poin sudah sesuai target. Meski kemenangan itu diraih dengan susah payah, tapi pemainnya mampu menjalankan instruksi dengan baik. Bahkan, jumlah penguasaan bola (ball possession) pun jauh di atas Persiba. Perbandingannya 70:30. ”Persiba bermain bagus, tapi kami sukses menjalankan taktik dan membawa pulang tiga poin,” kata Aji, tadi malam.

Pertandingan antara Persiba melawan Arema FC pada babak pertama berjalan dengan tempo sedang-sedang saja. Pemain tengah Arema kesulitan menembus pertahanan dari Persiba yang diisi oleh Ardhi Yuniar dan Dirkir Kohn Glay. Bahkan, Aji Santoso menarik keluar gelandang mudanya Muhammad Rafli pada menit 31 dan digantikan oleh pemain Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-22, Hanif Sjahbandi. ”Untuk menjalankan taktik menyerang, saya ganti pemain muda, hasilnya ada peningkatan,” kata Aji.

Babak pertama selesai dengan kedudukan kacamata dengan Arema menciptakan beberapa peluang melalui Dedik Setiawan dan Nasir. Namun, hasilnya nihil.

Dalam ruang ganti, Aji menyemangati pemainnya agar tidak panik, karena masih memiliki 45 menit kedua. ”Semua pemain saya semangati, karena secara permainan sudah unggul sehingga bisa mencetak gol,” kata mantan pelatih Timnas U-23 Indonesia tersebut.

Pelatih berusia 47 tahun ini memasukkan Dendi Santoso untuk mengganti Nasir. Tujuannnya agar permainan Arema lebih menyerang. Lalu juga memasukkan Ferry Aman Saragih menggantikan Bagas Adi Nugroho. ”Taktik saya tidak terlambat, semua pemain menjalankan strategi dan berhasil mencetak gol berkat kerja sama yang kompak,” kata pelatih yang dikaruniai lima anak ini.

Gol hadir pada menit 70 yang dilesakkan oleh jebolan Persekam Metro FC, Dedik Setiawan. Sebelum gol tercipta, kerja terbangun di lini tengah dan Dendi Santoso mengirim umpan kepada Dedik. Tapi, sulit bagi Dedik mengecoh bek Persiba dan melepas tendangan kilatnya persis ke sisi kanan gawang Persiba hingga berbuah gol penentu kemenangan Arema FC.

Aji Santoso memuji penampilan strikernya yang berhasil membawa kemenangan itu. ”Bisa saja posisi El Loco– julukan Cristian Gonzales– tergantikan oleh Dedik. Saya tinggal melihat performa dua pemain ini saat latihan,” kata mantan pelatih Persela Lamongan tersebut.

Setelah gol itu, Arema terus menggencarkan serangan. Hanya, Arema FC belum mampu menambah skor. Sementara Persiba bukan tanpa perlawanan, tim yang berada di dasar klasemen ini menciptakan peluang, tapi masih belum menemui sasaran.

Sementara itu, pelatih Persiba Balikpapan, Timo Scheunemann, menyatakan, timnya sudah bermain maksimal, hanya kurang beruntung. ”Dukungan suporter Aremania memengaruhi permainan kami, keberuntungan juga menuju ke Arema,” kata Timo.

Pelatih berdarah Jerman ini memuji penampilan beknya, terutama Ardhi yang masuk kategori pemain U-22. ”Ardhi itu asli Sumberpucung, Kabupaten Malang. Saya mainkan dia karena permainannya berkelas,” kata Timo.

Mengenai posisi kepelatihannya yang terancam berakhir karena kalah tiga kali beruntun, Timo menyerahkan kepada manajemen Persiba. Kalau dia tidak dipertahankan, Timo akan legawa. ”Tim profesional yang saya cintai hanya Persiba. Kalau dipecat, saya tetap datang ke stadion dan mendukung tim kesayangan saya ini,” ungkap Timo.

Dalam partai tandang Arema yang serasa kandang ini, Aremania menyesaki Stadion Gajayana yang berkapasitas 25 ribu penonton ini. Bahkan, beberapa penonton sampai masuk di sentel ban stadion.

Selain itu, beberapa pejabat juga hadir menyaksikan secara langsung, seperti orang nomor satu di Kota Malang, Wali Kota Malang Moch. Anton, Kapolres Malang AKBP Hoiruddin Hasibuan, dan anggota DPRD Kota Malang dari Partai Hanura Ya’qud Ananda Gudban.

Sebelum pertandingan, Moch. Anton dan Kapolres Malang AKBP Hoiruddin menyalami satu per satu pemain dan wasit. Lalu saat half time, Anton sempat memutari stadion bersama kapolres sambil melambaikan tangan kepada Aremania. (asa/c2/abm)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia