Minggu, 21 Jan 2018
radarmalang
Kanjuruhan

Tersapu Angin Lima Menit, 232 Rumah ”Rontok”

Tunggu Renovasi, Warga Mengungsi ke Tetangga

Selasa, 21 Mar 2017 11:39

 Tersapu Angin Lima Menit, 232 Rumah ”Rontok”

TAK BISA DIHUNI: Salah satu rumah di Dusun Blandit, Desa Wonorejo, Singosari, yang terkena sapu angin puting beliung, Senin (20/3). (Bayu Eka Novanta/Radar Malang)

KABUPATEN MALANG – Selang 13 hari setelah angin puting beliung ”mengamuk” di Desa Langlang, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, kemarin (20/3), giliran Dusun Blandit, Desa Wonorejo, Singosari, dan Desa Kemantren, Kecamatan Jabung,  jadi korban. Tercatat, ada 232 rumah dari dua desa itu yang ”rontok” akibat sapuan angin yang hanya berlangsung lima menit  saja. Rinciannya, ada 115 rumah di Dusun Blandit dan 77 rumah di Dusun Kutobedah, Desa Kemantren.

 

Pantauan Jawa Pos Radar Malang di Dusun Blandit, ada tiga rumah yang mengalami kerusakan cukup parah. Tembok rumahnya ambrol dan genteng pun nyaris tidak tersisa. Praktis, rumah tersebut sudah tidak bisa ditempati lagi. Sedangkan mayoritas rumah yang jadi korban angin puting beliung itu kondisinya rusak di bagian atap. Genteng berhamburan diterpa angin.

Tak hanya itu, pohon-pohon berukuran besar beserta tanaman di kawasan tersebut juga banyak yang tumbang dan rusak. Di sepanjang jalan dusun tersebut, terlihat genteng-genteng berserakan di jalan. Untungnya, tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hanya ada satu korban luka ringan.

Suyanti, 28, warga yang rumahnya rusak, menjelaskan, saat angin menyapu rumahnya, dia sedang berada di kamar bersama anaknya, Lutfi Hardyansyah, 12. Sebelum angin menyapu rumahnya sekitar pukul 11.30, awan tiba-tiba menjadi gelap. Secepat kilat, angin datang dari arah barat daya. ”Anginnya sampai masuk ke rumah hingga membuat semua genteng ambrol,” katanya sambil menunjukkan keadaan rumahnya yang rusak.

Saat angin puting beliung memasuki rumahnya, Lutfi Hardyansyah, anak Suyanti, kemudian ikut tergulung angin. Tak ayal, Lutfi pun terseret hingga ke depan rumah. ”Padahal, tadi (kemarin) Lutfi sudah pegangan tembok, tapi nggak kuat dan tergulung angin. Anak saya hanya luka ringan di bagian kepala dan sudah ditangani petugas kesehatan,” jelasnya sambil menunjukkan luka-luka di tubuh anaknya.

Menurut pengakuan beberapa warga, angin tersebut datang dari ladang di sebelah barat daya pemukiman warga. Musibah itu terjadi tepat sebelum datangnya hujan deras. ”Saat kejadian itu, semua orang keluar rumah dan berteriak minta tolong. Dulu pada 2002 silam, pernah ada bencana angin puting beliung, tapi tidak sampai ke pemukiman warga,” ungkap Marjiono, 56, warga sekitar lainnya.

Akibat puting beliung ditambah dengan hujan deras, kawasan ini juga sempat banjir setinggi betis orang dewasa. Musibah ini melanda tiga RT di RW 03, yakni RT 01, RT 02, dan RT 03. ”Total rumah yang mengalami kerusakan ada 96 rumah dari tiga RT. Hanya tiga rumah yang rusak parah. Namun, data itu masih sementara dan bisa berkembang lagi,” kata Camat Singosari Eko Margianto saat ditemui di lokasi musibah itu.

Saat ini, dia bersama pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang masih mengidentifikasi tingkat kerusakan dan kerugian materialnya. Namun, prioritas penanganan masih menyelamatkan warga terlebih dahulu. Warga yang rumahnya rusak parah dibantu dicarikan tempat mengungsi ke rumah tetangganya yang tidak terdampak puting beliung. ”Dari BPBD telah mengirimkan 50 terpal untuk menutupi rumah warga. Mungkin besok (hari ini) bantuan berupa sembako dan uang akan diberikan kepada warga yang terkena musibah,” terangnya.

Kapolsek Singosari Kompol Rony Edi Yusuf menyatakan, telah mengerahkan anggotanya bersama warga untuk melakukan patroli dan pengamanan saat malam hari. Ini untuk mengantisipasi adanya pihak tak bertanggung jawab yang memanfaatkan kondisi rumah yang kosong karena ditinggal penghuninya mengungsi. ”Anggota akan dikerahkan untuk menolong warga. Selain itu, juga untuk menjaga rumah saat malam hari, karena saat musibah seperti ini rawan terjadi penjarahan,” tandas dia.

Sementara itu, bencana angin puting beliung yang terjadi di Dusun Kutobedah, Desa Kemantren, Kecamatan Jabung, menimpa rumah di RT 3, 4, 5, dan 6, RW 6. Ada 77 rumah yang mengalami kerusakan pada atapnya. Dari data sementara, juga tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. (viq/c2/abm)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia