Minggu, 21 Jan 2018
radarmalang
Malang Fashion Movement

Padukan Busana Glamor dan Eksklusif

Selasa, 21 Mar 2017 11:24

Padukan Busana Glamor dan Eksklusif

INOVATIF: Silla Dawilah (tengah), salah satu desainer yang akan memamerkan karyanya di ajang MFM 2017. (FOTO: Silla Dawilah for Radar Malang)

KOTA MALANG – Anda ingin tahu desain busana yang apik, unik dan berbeda dari yang lain? Itu akan disuguhkan dalam ajang Malang Fashion Movement (MFM) 2017. Ajang fashion pertama tingkat nasional yang digelar di Kota Malang ini, akan menampilkan karya 24 desainer profesional dari berbagai kota.

 

Misalnya, karya yang disuguhkan Silla Dawilah. Salah satu desainer profesional yang akan memamerkan karyanya pada grand show, 23-24 April mendatang itu, membawakan busana ready-to-wear dengan corak batik berbahan sifon sutra. ”Batiknya saya rancang sendiri. Istilahnya batik khas Le Silla,” terang desainer 28 tahun tersebut.

Hingga kini, kata Silla, busananya masih dalam tahap pengerjaan. Konsepnya memadukan antara etnik, glamor, dan eksklusif. Untuk mempercantik tampilan, dia menambahkan aplikasi handmade seperti kalung. ”Proses pengerjaan busananya masih 20 persen,” ujar perempuan kelahiran 1989 ini.

Keikutsertaannya di ajang MFM 2017 itu merupakan kali pertama. Tahun ini dia ingin berpartisipasi. Sebab, tahun-tahun sebelumnya Silla tidak bisa ikut karena didapuk sebagai juri. ”Saya juga ingin mengenalkan batik dari Le Silla yang punya desain unik dan catchy,” kata ibu dua anak itu.

Senada dengan Silla, desainer lain yakni Ibrahim Candra, akan menghadirkan karya berbeda. ”Lebih ke Japanese Fusion dengan tema The Rainbow of The World,” tutur pria kelahiran 28 September 1990 ini.

Laki-laki kelahiran Blitar itu menghadirkan busana yang dilukis atau hand painting. Misalnya bergambar bangau, bambu, ilustrasi matahari, mawar, serta anggrek putih yang menggambarkan sisi Indonesia. Pada grand show, dia akan memamerkan 8 karya. Empat karya lama dan empat karya baru. Seluruhnya merupakan menswear (busana laki-laki).

Ibrahim mengungkapkan, keikutsertaannya ini untuk mengenalkan busana khas Blitar. ”Ingin mengekspos kalau Blitar juga punya karya yang bisa dibanggakan,” pungkas laki-laki yang bekerja sebagai Designer & Wedding Organizer tersebut.

Selain itu, dia ingin mencari pengalaman dari desainer-desainer lain. Sama seperti tahun sebelumnya, 2015 dan 2016, malam puncak MFM 2017 akan mendatangkan guest star Puteri Indonesia 2017. (fis/c4/dan)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia