Minggu, 21 Jan 2018
radarmalang
Total Arema

Ribuan Aremania Boyong Piala Presiden 2017 ke Sumawe

Senin, 20 Mar 2017 11:04

Ribuan Aremania Boyong Piala Presiden 2017 ke Sumawe

BERPESTA JUARA: Ribuan Aremania memadati lapangan Desa Harjokuncaran, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Minggu (19/3). (FALIHI MUBAROK/RADAR MALANG)

KABUPATEN MALANG – Nuansa juara Piala Presiden 2017 masih begitu terasa. Kemarin (19/3) misalnya, lebih dari 5.000 Aremania melakukan napak tilas Arema dengan memboyong trofi juara Piala Presiden 2017 dari depan kantor Arema FC, Jalan Kertanegara, Kota Malang, menuju Desa Harjokuncaran, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Kabupaten Malang.

 

Tiba di lapangan Desa Harjokuncaran, ribuan Aremania disambut oleh Presiden Kehormatan Arema FC Rendra Kresna. Hadir pula Ketua Korwil Aremania Sumawe Abdul Rahman. Dari jajaran manajemen Arema FC, tampak Media Officer Sudarmaji dan panpel Arema Abdul Haris. Sedangkan tim pelatih dan pemain tidak hadir karena masih menjalani masa liburan. 

Rendra menyatakan, tanpa Arema dan Aremania, sepak bola Indonesia terasa hampa. Itu bisa dilihat dari setiap kali laga Arema, baik di kandang maupun tandang, selalu saja stadion hampir penuh. ”Saya kira sepak bola Indonesia tidak akan bergelora kalau tidak memiliki Arema,” kata Rendra yang disambut aplaus ribuan Aremania.

Dia menjelaskan, saat Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dibekukan oleh FIFA, liga Indonesia berhenti sehingga sebagian Aremania kehilangan hiburan maupun pekerjaan. ”Kemudian kami meminta orang dekat presiden agar mengadakan kompetisi lagi. Hasilnya, Piala Presiden digelar. Jadi, turnamen ini salah satu inisiatornya adalah Arema,” kata Rendra.

Sebagai presiden klub, tentu dia bangga tak terkira karena Arema bisa menjadi juara Piala Presiden. Namun, juara di turnamen ini saja tak cukup. Dia pasang target, pada 2017 ini, pasukan pelatih Arema Aji Santoso harus meraih juara di kompetisi kasta tertinggi: Liga 1 (dulu Liga Indonesia). ”Pertengahan April mendatang sudah mulai Liga 1. Semoga Singo Edan bisa juara juga,” tegas Bupati Malang dua periode ini.

Sementara Ketua Aremania Korwil Turen Yos Sudarto menyatakan, Aremania sudah rindu Arema juara kompetisi di kasta tertinggi (kini Liga 1). Karena terakhir Arema juara di ajang kompetisi Liga Indonesia pada 2010 lalu. Kala itu Arema masih dibesut Robert Rene Albert. ”Sudah saatnya Arema juara liga. Kami ingin melihat kejayaan seperti dulu,” tegas Sudarto, kemarin.

Senada, Ketua Korwil Aremania Kasin Joko Wicaksono. Menurut dia, Aremania akan semakin bangga lagi jika Arema FC bisa juara liga. ” Setelah juara Piala Presiden, kami akan terus mendukung Arema menjadi juara liga,” ungkap Joko.

Menjawab tuntutan dari Aremania, pelatih Arema FC Aji Santoso menyatakan bakal berusaha keras agar bisa juara liga. Timnya pun sudah kompak dan siap tempur. Pembuktian awal pada ajang Piala Presiden 2017 yang berhasil menjadi juara. Padahal, saat itu banyak yang memprediksi jika Arema sulit juara. Apalagi, pada babak semifinal tampil di Stadion Manahan Solo. Ada mitos yang menyebut jika Arema tidak akan pernah menang ketika tampil di Stadion Manahan. Sebab, beberapa laga sebelumnya yang dilakoni di Solo, Arema memang belum pernah menang. ”Saya tidak percaya dengan mitos. Sudah kami buktikan bisa menang dan juara di Solo: Trofeo Bhayangkara dan perempat final Piala Presiden (Minggu, 26/2),” tandas mantan pelatih Persela ini.

Sukses di Piala Presiden, imbuh Aji, tidak boleh membuat pemain jemawa. Justru sukses tersebut harus jadi motivasi meraih juara liga. ”Kami punya misi agar menang di setiap pertandingan sehingga bisa memenuhi target juara,” tandas mantan kapten timnas ini.

Sementara itu, konvoi napak tilas Arema FC kemarin menjadi momen yang membahagiakan bagi Kapolres Malang Kota AKBP Decky Hendarsono. Sebab, dia merasa mendapatkan penghargaan dari Arema FC karena mempunyai jasa dalam mengamankan ketertiban lalu lintas. Dia didapuk memberangkatkan rombongan Aremania dari Komunitas Pajero.

Decky Hendarsono menyatakan, dengan konvoi napak tilas itu, pihaknya berusaha mengedukasi pengendara untuk tertib berlalu lintas, seperti tetap wajib memakai helm dan tidak membonceng lebih dari dua orang. ”Saya terharu, di tugas terakhir di Kota Malang, saya melihat Aremania tertib dalam berkendara,” kata mantan Kapolres Batu ini.

Pria asli Kota Batu ini menginginkan ketertiban  berkendara tetap dikedepankan oleh Aremania saat konvoi atau menuju Stadion Kanjuruhan. ”Semoga ke depan mereka lebih baik lagi dalam berkendara dan tertib,” kata Decky. Sebelum pemberangkatan konvoi, manajemen Arema FC memberikan piagam ucapan terima kasih kepada Polres Malang Kota itu. (asa/c2/abm)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia