Minggu, 21 Jan 2018
radarmalang
Life Style

Pamerkan 216 Busana Model Terbaru di Malang Fashion Runway

Sabtu, 18 Mar 2017 11:09

Pamerkan 216 Busana Model Terbaru di Malang Fashion Runway

TRENDI: Dua gaun malam tersebut yang bakal ditampilkan pada ajang MFR di Matos, hari ini (18/3). (Bayu Eka Novanta/Jawa Pos Radar Malang)

MALANG KOTA- Sebanyak 27 desainer bakal beradu kreasi di Malang Fashion Runway (MFR) Trend 2017 yang dihelat di Grand Hall Matos mulai hari ini (18/3). Event yang baru kali pertama digelar itu melibatkan 32 model profesional Kota Malang. Masing-masing desainer akan membawakan 8 karya terbarunya. Jadi, total ada 216 karya yang akan diperagakan.  

 

Acara yang akan digelar selama dua hari (18–19/3) ini diselenggarakan oleh Matos bekerja sama dengan Indonesia Fashion Chamber (IFC) Chapter Malang dan didukung oleh Oppo.

Sementara itu, Mall Director Matos Fifi Trisjanti menyatakan, event ini digelar agar masyarakat Malang bisa menikmati sajian fashion yang berbobot dan bertaraf nasional. ”Acaranya dikemas secara profesional. Mulai dari tatanan panggung, lighting, hingga susunan acaranya,” ujar dia saat press conference, kemarin (17/3).

Dia menyampaikan, melalui acara ini diharapkan bisa menjadi pedoman bagi masyarakat Malang, khususnya dalam dunia fashion. ”Masyarakat mungkin bisa mengambil dari desain yang dibawakan oleh para desainer, bahan yang dipakai, dan lain-lainnya,” terang Fifi.

Dia berharap, acara ini bisa memberi kepuasan kepada masyarakat Malang. Bahkan, dia berencana mengadakan event ini per tahun.

Sementara itu, Ketua IFC Chapter Malang Agus Sunandar menambahkan, pihaknya merancang event ini sesuai dengan standar nasional dengan mengusung konsep tema trend fashion 2017. Selain menampilkan karya dari 26 desainer ternama, para anggota IFC pun turut meramaikan acara dengan mengenalkan karya mereka. ”Ada 13 desainer yang tergabung dalam IFC Chapter Malang. Masing-masing desainer juga akan menampilkan karya,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, karakter Kota Malang juga akan dimunculkan pada setiap karya yang ditampilkan. ”Untuk warna, lebih ke abu-abu (grey). Konsepnya sendiri ready-to-wear (siap pakai),” ucap dia.

Untuk fashion show kali ini memang tidak terlepas dari unsur ethnic. Hal itu merupakan salah satu tren busana pada 2017.

Dosen Tata Busana Universitas Negeri Malang (UM) tersebut menambahkan, konsep acara ini memang berkiblat pada acara yang sifatnya berstandar nasional. Mulai dari penataan panggung, lighting, backdrop, hingga konsep penonton dibuat standar fashion show nasional. ”Kami coba memberikan gelaran fashion show yang sebenarnya. Selain itu, juga untuk mengedukasi masyarakat,” terangnya. Melalui event ini, pihaknya ingin menciptakan masyarakat fashion di Malang.

Hari pertama di event itu akan dimulai dengan kompetisi ilustrasi fashion yang dibuka untuk umum, khususnya desainer baru yang masih duduk di bangku SMK maupun kuliah. Tidak terkecuali bagi desainer yang otodidak. Para peserta akan diminta untuk  menggambar sebuah baju dengan konsep yang telah ditentukan oleh panitia pada saat acara tersebut.

Selanjutnya akan dilanjutkan dengan Viva Beauty Class. Kemudian acara puncaknya, yakni Malang Fashion Runway Show dari desainer-desainer ternama. Hari kedua, juga akan digelar Malang Fashion Runway Model Search  serta Oppo Ambassador Search. Kemudian acara akan ditutup dengan fashion show dari desainer yang tergabung dalam IFC Chapter Malang. (fis/c2/abm)

 

judul:

 

Fashion Show Bernuansa Etnik

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia