Minggu, 21 Jan 2018
radarmalang
sportivo

Proliga, Pertaruhan Hidup Mati di Malang

Jumat, 17 Mar 2017 18:40

Proliga, Pertaruhan Hidup Mati di Malang

PENUH PERSAINGAN: Dari kiri, Panitia Pelaksana (Panpel) Proliga Sunavip Ra Indrata, Wakil Direktur Proliga Reginald Nelwan, Manager Surabaya Bhayangkara Samator Hadi Sampurno, dan Pelatih Surabaya Bhayangkara Samator Ibarsjah, dalam konferensi pers di Best (Darmono/ Jawa Pos Rada Malang)

MALANG KOTA – Bagi tim Proliga 2017, Kota Malang tidak hanya menjadi pemberi harapan karena turnamen tersebut dibuka pertama kali di kota ini, Januari lalu. Tapi, di sini jugalah pertaruhan hidup dan mati tim-tim Proliga, digelar pada 17–19 Maret mendatang, di GOR Ken Arok, Kota Malang.   

 

Ya, itu momen menentukan karena merupakan seri terakhir Proliga 2017. Hasil pertandingan tersebut menentukan lolos tidaknya tim ke babak delapan besar. Wakil Direktur Proliga Reginald Nelwan mengungkapkan, pembukaan Proliga 2017 untuk babak reguler, dibuka dan ditutup di Kota Malang.”Sesi terakhir ini bakal seru, karena menjadi pertandingan hidup dan mati,” kata Regi–sapaan akrab Reginald– dalam konferensi pers di Best Western OJ Hotel Malang, Kamis  (16/3).

 

Dia melanjutkan, untuk putri, tiga tim sudah pasti lolos ke babak empat besar, yakni Jakarta Elektrik PLN, Jakarta Pertamina Energi, dan Jakarta PGN Popsivo Polwan. Lalu, satu tiket lagi diperebutkan Bandung Bank BJB Pakuan dan Gresik Petrokimia. Sedangkan dua tim, Jakarta BNI Taplus dan Batam Sindo BVN sudah tidak mempunyai peluang lolos.

Untuk dua tim yakni Gresik Petrokimia berada di posisi keempat, sementara Pakuan berada di posisi kelima. Dua tim tersebut akan bertemu Minggu mendatang (19/3). Yang lolos ke babak selanjutnya, pemenang dari pertandingan ini. ”Semua pertandingan sangat penting dan menarik, apalagi dua tim seperti Petrokimia dan Pakuan,” kata Regi.

Untuk putra, tiga tim sudah pasti lolos empat besar. Yakni Jakarta Pertamina Energi, Surabaya Bhayangkara Samator, dan Palembang Bank Sumsel Babel. Sedangkan dua tim yang memperbutkan satu tiket, adalah Jakarta Elektrik PLN dan Jakarta BNI Taplus. ”Samator sebagai tuan rumah bakal meladeni dua tim, Jakarta Elektrik dan Jakarta BNI Taplus,” kata dia.

Sementara itu, Manager Surabaya Bhayangkara Samator Hadi Sampurno menyatakan, timnya bakal tampil all-out walaupun sudah dipastikan lolos. Saat disinggung apakah sudah menentukan calon lawan di babak empat besar, pihaknya menjawab tidak ada penentuan lawan. ”Kami bermain all-out, tidak ada perencanaan calon lawan,” kata Hadi.

Dia menyampaikan, pada seri pertama, timnya tampil baik dengan lima kali menang. Lalu, seri kedua sedikit kurang mulus, sehingga ada evaluasi agar sesi terakhir di Malang bisa menyapu bersih semua laga. ”Kami sudah evaluasi, kuncinya kami perbaiki di teknik servis dan blok,” tandasnya. (asa/c4/riq)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia