Minggu, 21 Jan 2018
radarmalang
Malang Fashion Movement

68 Desainer Bakal Adu Karya di MFM 2017

Sabtu, 04 Mar 2017 07:20

68 Desainer Bakal Adu Karya di MFM 2017

Malang Fashion Movement (Darmono/ Jawa Pos Radar Malang)

MALANG KOTA – Bagaimana desain model busana paling tren saat ini? Dan warna busana apa saja yang sedang digandrungi masyarakat?  Semua itu bakal terjawab pada ajang Malang Fashion Movement (MFM) 2017 yang bakal digelar di Gedung Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM), 23–24 April mendatang.

 

Pada event rutin yang digelar Jawa Pos Radar Malang kerja bareng Universitas Negeri Malang (UM) dan Indonesian Fashion Chamber (IFC) itu, ada 68 desainer lokal dan nasional yang bakal beradu karya.

Project Officer MFM 2017 Belinda Rizky Amelia menyatakan, sebelum grand show pada 23–24 April, masih ada serangkaian acara preevent. Terdekat, para desainer diajak kampanye mengenai peduli lingkungan di Mal Olympic Garden (MOG), pagi ini (4/3). ”Para desainer akan menampilkan karya mereka yang akan dikenakan oleh 9 model dari finalis Duta Hijab Radar Malang 2017,” jelasnya.

Selain kampanye peduli lingkungan, para desainer juga mengadakan ajang Fashion Design Competition yang saat ini sudah masuk ke tahapan kedua. ”Ada 83 desainer yang mendaftar dan sudah dieliminasi, tersisa 44 desainer,” jelasnya.

Seluruh desainer yang berhasil lolos akan mempresentasikan karyanya di depan para juri di kantor Jawa Pos Radar Malang, Jalan Kawi 11-B, Minggu (5/3). Para juri yang sudah ditunjuk adalah Agus Sunandar dari Universitas Negeri Malang (UM), Hermina dari Quinna School of Fashion, serta Silla Dawilah dari Indonesian Fashion Chamber (IFC).

Dinar Rahadian, salah satu desainer yang menjadi peserta, menyatakan, merasa bangga bisa menjadi peserta di ajang MFM 2017 bertajuk Futurethical tersebut. Sebab, MFM sebelumnya pada 2015 dan 2016, dia masih belum punya kesempatan mengikutinya. ”Saya kepingin banget jadi bagian dari salah satu acara fashion bergengsi di Malang ini,” ujar Dinar dengan tersenyum bangga.

Kesempatan di ajang MFM ini sekaligus dia manfaatkan untuk mengenalkan kebaya kain tenun Malang terbaru yang juga termasuk hasil karya dari brand Dinar Weddover. ”Saya akan me-launching-nya di acara MFM nanti. Ada 8 koleksi yang saya bawa,” jelas ibu dua anak tersebut.

Saat ini dirinya sudah mempersiapkan desain serta konsep gaun yang akan ditampilkan pada grand show April mendatang. ”Desain sudah siap, tapi gaunnya masih dalam pengerjaan,” imbuhnya. Dia menjelaskan, tujuannya mengikuti acara ini yakni ingin menginformasikan kepada masyarakat tentang kain tenun baru dari Malang. Harapannya bisa menjadi identitas Kota Malang ke depan.

Sementara itu, peserta lain yakni Nafil Apim, juga menyatakan hal yang sama. ”Baru ikut tahun ini. Sebelumnya mau ikut, tapi bersamaan dengan acara lain,” terang laki-laki pemilik brand Arta Mode ini. Pada grand show mendatang, dia akan membawa 8–12 gaun koleksinya.

Nafil menyatakan, pada acara puncak nanti, dirinya juga akan mengeluarkan second line-nya yang bernama Muslim Wear. ”Ada branding baru. Saja juga membawa gaun muslim pada show nanti,” terangnya. Nafil mengaku, gaun yang akan ditampilkannya nanti bernuansa hitam putih dan silver. (fis/c2/abm)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia