Minggu, 21 Jan 2018
radarmalang
Life Style
Rumah untuk Keluarga Besar Abu Sofyan

Gemercik Air dan Ruang Karaoke untuk Melepas Lelah

Rabu, 22 Feb 2017 11:13

Gemercik Air dan Ruang Karaoke untuk Melepas Lelah

Abu Sofyan (Rubianto/Jawa Pos Radar Batu)

Rumah di Jalan Imam Bonjol Gang III, Kota Batu ini, mempunyai tujuh kamar. Meski kamarnya bejibun, rumah itu bukan tempat kos atau vila. Pemilik rumah, yakni Abu Sofyan, sengaja membuat rumah yang ramah bagi keluarga besar

Wartawan: Dian Kristiana

BANYAKNYA kamar yang ada di rumah tersebut, bertujuan agar saudara-saudara Abu yang datang ke Kota Batu, tidak repot-repot mencari penginapan. Apalagi, Kota Batu menjadi destinasi wisata, yang otomatis, membuat banyak keluarga besarnya bertandang ke kota mungil ini. ”Biar saudara tidak perlu repot menginap di hotel atau vila,” kata pria yang juga kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Batu itu, beberapa waktu lalu.

Abu meyakini, rumah harus menjadi tempat terbaik untuk pulang. ”Rumah bagi kami adalah surga, tempat rahmat Tuhan bernaung pada keluarga kami,” ujar pria 58 tahun ini.

Memasuki rumah seluas 400 meter persegi itu, memang membuat kita betah. Apalagi, bagi pencinta gemercik air. Total, ada dua air terjun mini plus kolam ikan di rumah tersebut. Pertama, berada di halaman sebelah kanan. Air mancur dan kolam ini berbentuk oval. Luasnya sekitar 4x5 meter persegi.

Di atas kolam tersebut, bergantungan tanaman anggrek bulan. Istri Abu, bernama Sriwati, memang dikenal pencinta anggrek. Di dekat kolam itu, Abu Sofyan sering bermain pingpong sambil mendengarkan gemercik air dan sesekali menikmati ikan koi bersolek di dalamnya. Nuansa sejuk terasa karena di sekeliling kolam terdapat beberapa pohon.

Di dalam rumah yakni di dekat dapur, juga terdapat kolam ikan dengan ketinggian air terjun lebih tinggi yakni sekitar 4 meter. Luas kolamnya sekitar 4×5 meter. ”Air membuat sejuk dan pikiran tenang. Sehingga, bagi keluarga saya, kolam ikan ini bisa menjadi tempat melepas lelah,” imbuh pria tiga anak tersebut.

Abu menceritakan, rumah itu dia beli pada 2003 silam. Sebelumnya, dia dan keluarga tinggal di Jalan Diponegoro. Ketika dibeli, rumah masih terlihat seperti bangunan kuno, lalu dia berpikir perlu memolesnya. ”Saya suka ukiran dan fondasi rumah yang nampak tinggi, sehingga di dalam terasa lebih luas,” ujar pria kelahiran Sumenep tersebut. 

Meski luas tanahnya 400 meter persegi, bangunannya menempati ruang sekitar 350 meter persegi. Lantai satu terdiri dari dua ruang tamu, ruang perpustakaan, satu meja makan, dan tiga kamar tidur. Sedangkan lantai dua, terdiri dari 4 kamar tamu, teras, ruang karaoke, dan satu ruang makan. Aneka ruangan ini dia siapkan jika ada saudara-saudara dari berbagai daerah–misalnya Jombang, Surabaya, dan Situbondo– datang berkunjung.

Bahkan, demi membahagiakan keluarga, dia sengaja memberikan ruang karaoke di lantai atas. Tempat itu berfungsi untuk main piano dan karaokean bersama teman dan keluarga. ”Kerja boleh padat, tetapi hiburan di rumah harus memiliki tempat. Sehingga, penghuninya juga akan lebih terasa nyaman tinggal,” beber dia.

Sedangkan, untuk ruang makan mungil, sengaja Abu letakkan di lantai atas. Biasanya, dia sarapan dan makan malam di tempat ini, sambil melihat pemandangan yang menghampar di sisi kanan dan kiri. (dian kristiana/c4/riq)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia