Kamis, 26 Apr 2018
radarmadura
icon featured
Sumenep

Pemkab Kenalkan Kucing Busok ke Dunia International

Senin, 16 Apr 2018 18:44 | editor : Abdul Basri

TINJAU LANGSUNG: Bupati Sumenep A. Busyro Karim didampingi Wabup Achmad Fauzi memantau pelaksanaan Kontes Kucing Internasional di Graha Adipoday Sabtu (14/4).

TINJAU LANGSUNG: Bupati Sumenep A. Busyro Karim didampingi Wabup Achmad Fauzi memantau pelaksanaan Kontes Kucing Internasional di Graha Adipoday Sabtu (14/4). (DARUL HAKIM/Radar Madura/JawaPos.com)

    SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar Kontes Kucing Internasional. Kegiatan bertajuk Indonesia and Raas Cat Show itu digelar di Graha Adipoday Sabtu (14/4). Event tersebut diikuti lebih dari 100 peserta, 30 persen di antaranya merupakan kucing asli Pulau Raas, yakni kucing Busok.

Bupati Sumenep A. Busyro Karim mengatakan, pemerintah akan menggali semua potensi daerah. Salah satunya, mengenalkan kucing asli Pulau Raas ke dunia internasional. Menurut dia, kucing Busok sudah dikenal di Jawa Timur. Bahkan, salah seorang peserta yang berasal dari Malang membawa kucing lokal pada event tersebut.

            Pria nomor satu di ingkungan Pemkab Sumenep itu menambahkan, pihaknya sengaja mendatangkan juri dari luar negeri. Itu sebagai upaya mengenalkan kucing berbulu abu-abu gelap itu ke dunia internasional.

BERJEJER: Dari kiri, Wabup Sumenep Achmad Fauzi, Bupati A. Busyro Karim, juri dari Malaysia Awaludin Jaafar, juri dari Tasmania Lesley Morgan, dan  Ketua Riset Kucing Busok Cat Fancy Indonesia Yulia S

BERJEJER: Dari kiri, Wabup Sumenep Achmad Fauzi, Bupati A. Busyro Karim, juri dari Malaysia Awaludin Jaafar, juri dari Tasmania Lesley Morgan, dan  Ketua Riset Kucing Busok Cat Fancy Indonesia Yulia S (VIVIN AGUSTIN HARTONO/Radar Madura/JawaPos.com)

Menurut Busyro, kucing Busok memiliki beberapa ciri khas. Sorot matanya lebih tajam daripada kucing pada umumnya. Makanannya juga lebih variatif, bukan hanya nasi dan ikan. Selain itu, badannya besar dan panjang.

Politikus PKB itu menambahkan, kucing asli Raas tersebut harus betul-betul dijaga. Sebab, populasi di Raas sangat sedikit, yakni sekitar seratus ekor. Karena itu, perlu diantisipasi supaya tidak punah. Hal itu butuh dukungan semua pihak.

Bukan hanya kucing, jelas suami Nur Fitriana Busyro Karim, hewan khas lainnya seperti ayam bekisar dan sapi asli Pulau Sapudi juga perlu dilestarikan. ”Kualitas daging sapi Sapudi sangat bagus dan perlu dilindungi,” tandasnya.

Ketua Riset Kucing Busok Cat Fancy Indonesia Yulia Susanti mengimbau agar kucing Busok tidak dilepas ke luar daerah. ”Kami sudah berbicara dengan pak bupati supaya kucing Raas dibuatkan basecamp agar tidak keluar dari luar Raas,” ucapnya.

Yulia mengajak masyarakat supaya kucing Raas betul-betul dijaga karena memiliki keunikan. Misalnya, telinga panjang dll. ”Makanya, kami minta ini betul-betul dijaga,” pintanya.

Kontes Kucing Internasional dibuka langsung oleh Bupati Sumenep A. Busyro Karim. Wabup Achmad Fauzi, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta pejabat di lingkungan Pemkab Sumenep hadir. Kegiatan itu juga melibatkan juri dari Malaysia Awaludin Jaafar dan Tasmania Lesley Morgan.

 

(mr/rul/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia