Rabu, 25 Apr 2018
radarmadura
icon featured
Features
Mengenal Nomine Pemilihan Guru Favorit 2018

Diah Wulansari, Finalis Inobel dan Juara II Gupres

Senin, 16 Apr 2018 15:22 | editor : Abdul Basri

PATUT DICONTOH : Diah Wulansari mengajari siswa dengan telaten di SMPN 1 Sampang, beberapa waktu lalu.

PATUT DICONTOH : Diah Wulansari mengajari siswa dengan telaten di SMPN 1 Sampang, beberapa waktu lalu. (RUSYDI ZAIN/Radar Madura/JawaPos.com)

SAMPANG – Kegagalan bisa menjadi pelajaran berharga. Begitulah salah satu prinsip guru SMPN 1 Sampang Diah Wulansari. Berkat karya tulisnya yang berjudul Meningkatkan Kemampuan Menulis Descriptive Text melalui Media Silly Dice Siswa Kelas 7 di SMPN 1 Sampang, dia meraih juara II Guru Berprestasi (Gupres) 2018.

Guru tak cukup menyampaikan materi ajar hanya secara lisan. Pendidik juga dituntut mampu menyampaikan pelajaran melalui tulisan yang dipraktikkan dalam karya tulis ilmiah.

Ajang penjaringan guru berprestasi yang sudah tiga tahun dilaksanakan Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang, mengantarkan banyak guru bisa menyampaikan pelajaran melalui tulisan dan lisan. Seluruh nomine guru berprestasi di Sampang yang keluar sebagai pemenang berhasil menciptakan karya tulis ilmiah yang diakui di tingkat kabupaten, provinsi, dan bahkan nasional.

Seperti ditorehkan guru SMPN 1 Sampang Diah Wulansari ini. Pada ajang Gupres 2015 dan 2016, berturut-turut Diah menjadi juara III se-Sampang. Tahun ini, guru 43 tahun itu meraih juara II se-Sampang.

Tidak mudah meraih prestasi itu. Pada 2010, saat Diah mengikuti Gupres kali pertama, langsung disuruh belajar lagi oleh tim yang mengetes. Saat itu, sebagai peserta Gupres, Diah tak lebih dari lima menit berhadapan dengan tim pengawas yang mewawancarainya.

Diah diminta belajar lagi dan kembali tahun depan karena tidak bisa menjawab pertanyaan mengenai undang-undang guru dan dosen. Belajar dari kegagalan itu, kemampuan dan skill Diah diasah setiap waktu. Hasilnya tak mengecewakan. Diah bisa bersaing dan menunjukkan kemampuannya bersama guru lain di Sampang.

Bahkan pada 2017, Diah berkesempatan menjadi finalis Inovasi Pembelajaran (Inobel) yang diselenggarakan Kesejahteraan Penghargaan dan Pelindungan Pendidikan Dasar (Kesharlindung Dikdas) berkat karya tulis berjudul Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Recount Melalui ”Grants” sebagai Media bagi Siswa Kelas 8 SMP Al-Ittihad Camplong.

Tak hanya itu, karya tulis berjudul Penguatan Pendidikan Karakter melalui 2PR (Project, Product, Reflection) di Kelas Bahasa Inggris SMP Al-Ittihad Camplong membuat Diah menjadi presenter di seminar nasional yang diselenggarakan Kesharlindung Dikdas pada 2017.

Awalnya, pada 2001, Diah ditempatkan di SMPN 2 Camplong sebagai guru honorer. Pada 2004 dia diangkat sebagai guru kontrak dan ditempatkan di SMPN 1 Camplong. Tiga tahun kemudian, tepatnya pada 2007, dia diangkat sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Lalu, pada Juni 2017 dipindah tugas ke SMPN 1 Sampang.

Selain mengajar di sekolah negeri, Diah juga merupakan pengajar di sekolah swasta, tepatnya di SMP Al-Ittihad Camplong. Bahkan, dia pernah mengajar di Akademi Keperawatan Nazhatut Thullab Sampang sebagai dosen bahasa Inggris selama tiga tahun.

”Ajang Gupres ini yang dilanjutkan dengan pemilihan guru favorit, merupakan salah satu kegiatan untuk melatih profesionalitas guru. Diharapkan pendidikan di Sampang ke depan semakin baik,” kata Diah Minggu (15/4).

Karya tulis yang berkaitan dengan peningkatan kualitas pembelajaran siswa di sekolah sudah Diah praktikkan semua. Meski begitu, dia akan terus melakukan inovasi proses pembelajaran di sekolah.

Menurut Diah, pembelajaran yang menyenangkan adalah kata kunci tiap inovasi yang dibuatnya di kelas. Setiap pembelajaran diupayakan selalu ada permainan, kompetisi, dan karya yang dihasilkan siswa.

Pola itu, lanjutnya, salah satu cara mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, serta kolaboratif siswa. Diah tak lupa terus-menerus menanamkan pendidikan karakter dalam diri siswa.

”Kami ingin siswa kami memiliki lima karakter. Yaitu, religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan berintegritas tinggi,” tukas guru yang tinggal di Wisma Barisan Indah Blok I Nomor 9 itu.

(mr/rus/hud/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia