Rabu, 25 Apr 2018
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Dititipi Anak Malah Dicabuli

Kamis, 12 Apr 2018 21:12 | editor : Abdul Basri

CABUL: Wakapolres Sumenep Kompol Suhartono memperlihatkan barang bukti dan tersangka tindak pidana pencabulan saat gelar konferensi pers di mapolres.

CABUL: Wakapolres Sumenep Kompol Suhartono memperlihatkan barang bukti dan tersangka tindak pidana pencabulan saat gelar konferensi pers di mapolres. (MUSTAJI/Radar Madura/JawaPos.com)

SUMENEP – Mohammad Akip, warga Dusun Kalompek, Desa Batuputih Laok, Kecamatan Batuputih ditangkap polisi. Dia diduga mencabuli Melati (nama samaran) yang masih berusia 10 tahun. Berdasarkan penyataan Wakapolres Sumenep Kompol Suhartono  aksi bejat itu dilakukan sebanyak tujuh kali.

Perwira dengan satu melati di pundaknya itu mengatakan, pelecehan seksual itu terjadi di rumah tersangka. ”Awalnya, Maret lalu korban dititipkan oleh neneknya di kediaman tersangka, tapi korban malah dicabuli dan diancam agar tidak memberitahukan tindakannya kepada siapapun,” jelas Kompol Suhartono.

Tersangka ditangkap setelah korban mengadu kepada ibunya. Lalu, ibu korban melapor kepada pihak kepolisian. Tersangka diamankan saat berada di kediamannya pada Jumat (6/4). Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 76 e dan pasal 82 ayat 1 UU 17/2016 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun pernjara dan denda Rp 500 juta.

Selain mencabuli anak di bawah umur, Mohammad Akip terjerat kasus pembunuhan berencana yang terjadi dua tahun lalu. Korbannya adalah Abdurahem, warga Kecamatan Batuputih. Pembunuhan tersebut dilakukan bersama dua temannya, Kutsi, warga Desa Batuputih Laok, Kecamatan Batuputih.

Kutsi saat ini sudah tertangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Sementara satu tersangka berinisial S yang saat ini masih buron. Tersangka Akip dan Kutsi merupakan otak di balik kasus pembunuhan yang terjadi pada 2016. Sedangkan S bertindak sebagai eksekutor.

Keduannya dijerat pasal 340 KUHP dan pasal 55 ayat 1 poin 1e dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara 20 tahun.

(mr/aji/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia