Jumat, 27 Apr 2018
radarmadura
icon featured
Sportainment

Kondisi Benny Membaik, Zah Rahan Absen Lawan Mitra Kukar

Kamis, 12 Apr 2018 20:49 | editor : Abdul Basri

BERSIAP: Bek kanan Madura United Benny Wahyudi siap tampil. Sementara kehilangan Zah Rahan bisa memberi kesempatan bagi Slamet Nurcahyo untuk melakukan debutnya di Liga 1 musim ini.

BERSIAP: Bek kanan Madura United Benny Wahyudi siap tampil. Sementara kehilangan Zah Rahan bisa memberi kesempatan bagi Slamet Nurcahyo untuk melakukan debutnya di Liga 1 musim ini. (A. YUSRON FARISANDY/Radar Madura/JawaPos.com)

BANGKALAN – Benny Wahyudi kemungkinan besar bisa diturunkan pada laga melawan Mitra Kukar, Jumat (13/4). Dokter Madura United Herri Siswanto mengatakan, pemulihan cedera bek kanan tersebut mengalami perkembangan yang sangat signifikan.

Ini menjadi kabar baik bagi Laskar Sape Kerrap yang dituntut konsisten meraih poin. ”Benny sudah membaik, kemungkinan juga sudah bisa diturunkan pada pertandingan berikutnya,” terang Herri pada Selasa sore (10/4) saat ditemui di Stadion Gelora Bangkalan.

Sementara untuk Rifad tidak dipaksakan. Dia masih butuh istirahat dalam waktu yang relatif lama. Menurut dia, Rifad mengalami cedera meniskus. Secara teori, waktu pemulihannya membutuhkan waktu sekitar 5–6 pekan.

(A. YUSRON FARISANDY/Radar Madura/JawaPos.com)

Namun, dengan skenario medis pemulihan bisa dipercepat. ”Tapi dengen intervensi terapi dan obat mungkin akan lebih cepat. Kita akan berupaya semaksimal mungkin agar proses penyembuhan lebih cepat,” tuturnya.

Apakah Rifad butuh operasi? Heri menjelaskan, jenis cedera meniskus dan MCL tidak terlalu parah, sehingga cukup dengan terapi.”Cedera meniskus dan MCL ringan tidak perlu operasi, cukup terapi. Yang terpenting penanganan pertama saat cedera,” ungkapnya.

Pihaknya akan coba melakukan serangkaian terapi pada Rifad. Harapannya, salah satu pemain muda tim besutan Milomir Seslija itu segera pulih. ”Kita coba lakukan terapi, 3-4 minggu sudah ada hasil,” pungkasnya.

Kabar kurang baik justru datang dari Zah Rahan. Gelandang asal Liberia itu dipastikan absen saat melawat ke kandang Mitra Kukar, Stadion Aji Imbut. Dia harus mengurus perpanjangan visa. Jika tidak segera diurus, dia bisa dideportasi dari Indonesia.

Tentu hal itu tidak diinginkan oleh Zah Rahan dan Madura United. Tim pelatih pun memahami kondisi tersebut. ”Itu (perpanjangan visa) merupakan kewajiban administrasi yang harus dijalani setiap pemain asing,” ucap Manajer Madura United Haruna Soemitro, seperti yang dilansir laman resmi klub.

Zah Rahan menyadari, ketidakhadirannya akan berpengaruh bagi tim. Tapi, itu dilakukan untuk kebaikan bersama. Menurut dia, lebih baik absen satu laga ketimbang bermasalah dalam waktu yang cukup panjang. ”Kami memang punya kewajiban untuk melakukan perpanjangan visa,” sambung Zah Rahan.

Absennya Zah Rahan memang bakal mempengaruhi kekuatan Madura United. Sejak menjalani debutnya menghadapi PSIS Semarang dalam pertandingan uji coba, dia selalu masuk starter. Dia sudah menjalani lima laga bersama Madura United.

Tiga di antaranya dalam pertandingan resmi Liga 1. Sedangkan dua pertandingan lainnya laga uji coba. Sejak bergabung dengan Madura United, Zah Rahan sudah membukukan dua assist dan satu gol.

Terkait absennya Zah Rahan, Pelatih Madura United Milomir Seslija bakal mempercayakan posisi playmaker kepada Slamet Nurcahyono. Jika Slamet tidak bisa, masih ada Raphael Maitimo yang bisa bermain sebagai gelandang tengah.

(mr/dam/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia