Minggu, 22 Apr 2018
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Pada Acara Musrenbang, Khalil Asy’ari Minta Maaf

Kamis, 22 Mar 2018 18:03 | editor : Abdul Basri

SERIUS: Wakil Bupati Pamekasan Khalil Asy’ari memberikan sambutan pada musrenbang kabupaten di Pendapa Ronggosukowati Rabu (21/3).

SERIUS: Wakil Bupati Pamekasan Khalil Asy’ari memberikan sambutan pada musrenbang kabupaten di Pendapa Ronggosukowati Rabu (21/3). (MOH. ALI MUHSIN/Radar Madura/JawaPos.com)

PAMEKASAN – Kegiatan musrenbang kabupaten Rabu (21/3) dimanfaatkan oleh Khalil Asy’ari untuk meminta maaf. Sebab, dalam waktu dekat masa jabatannya sebagai Wakil Bupati (Wabup) Pamekasan akan berakhir.

”Menjelang berakhirnya masa kepemimpinan kami, atas nama Pemerintah Kabupaten Pamekasan beserta jajaran perangkat daerah, kami menyampaikan permohonan maaf atas segala keterbatasan. Terutama dalam hal pemerataan hasil-hasil pembangunan selama 2013–2018,” terangnya.

Dia mengakui masih banyak harapan masyarakat yang belum bisa dipenuhi secara langsung. Kepala daerah yang baru diharapkan dapat melanjutkan dan mengoptimalkan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat.

MEMBANGGKAN: Wakil Bupati Pamekasan Khalil Asy’ari berfoto bersama kepala OPD dan camat berprestasi.

MEMBANGGKAN: Wakil Bupati Pamekasan Khalil Asy’ari berfoto bersama kepala OPD dan camat berprestasi. (MOH. ALI MUHSIN/Radar Madura/JawaPos.com)

”Karena pada hakikatnya pembangunan tidak akan mengenal kata berhenti,” pungkasnya.

Dia menjelaskan, musrenbang merupakan awal dari pelaksanaan pembangunan. Oleh karena itu harus dilaksanakan dengan baik. Tentu, dengan melibatkan partisipasi seluruh pemangku kepentingan, utamanya masyarakat sebagai objek pembangunan.

Dijelaskan, usulan yang muncul dalam musrenbang merupakan kebutuhan prioritas masyarakat. Bukan sekadar keinginan untuk menghasilkan  kegiatan. Dan, masyarakatlah yang lebih megetahui apa yang menjadi kebutuhan mereka.

”Sikronisasi program dan kegiatan pembangunan antara desa, pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi sampai pada permintah pusat agar menjadi pedoman dalam rangka sinergitas perencanaan pembangunan nasional,” terangnya.

            Guna meningkatkan keberhasilan pembangunan, pemerintah akan terus berupaya  untuk menggali potensi dan sumber pendapatan daerah. Terutama yang dapat meningkatkan kemampuan anggaran.

”Musrenbang saat ini harus dilaksanakan dengan semangat membangun desa. Yaitu melalui fungsi pemberdayaan, pembinaan, fasilitasi, optimalisasi, dan penguatan kelembagaan serta pengembangan potensi di kawasan perdesaan.

Pada kesempatan tersebut, dia juga mengucapkan selamat kepada kecamatan dan desa yang telah mendapatkan penghargaan. Yaitu sebagai kecamatan dan desa terbaik dalam pelaksanaan musrenbang tahun ini.

Juga kepada organisasi perangkat daerah yang telah mendapatkan penghargaan pangripta terbaik dalam rangka penyusunan RKPD 2019. Diharapkan prestasi dan aspirasi yang diterima dapat menambahkan semangat dan memberi motivasi kepada perangkat daerah, kecamatan, dan desa lainnya.

(mr/sin/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia