Jumat, 27 Apr 2018
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Kemendagri Resmi Pecat Achmad Syafii sebagai Bupati Pamekasan

Rabu, 21 Mar 2018 05:35 | editor : Abdul Basri

SERIUS: Anggota DPRD Pamekasan menggelar rapat paripurna pengusulan Wabup Khalil Asy’ari sebagai bupati definitif Selasa (20/3).

SERIUS: Anggota DPRD Pamekasan menggelar rapat paripurna pengusulan Wabup Khalil Asy’ari sebagai bupati definitif Selasa (20/3). (PRENGKI WIRANANDA/ Radar Madura/JawaPos.com)

PAMEKASAN – Kekosongan kursi bupati Pamekasan sejak Achmad Syafii diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran kasus suap berakhir. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) resmi memberhentikan Syafii sebagai bupati.

Menindaklanjuti pemberhentian itu, DPRD Pamekasan mengusulkan Khalil Asy’ari menggantikan posisi Syafii. Usulan itu diawali dengan rapat paripurna internal dewan Selasa (20/3). Kemudian, dilanjutkan dengan cara bersurat ke pemerintah pusat.

Ketua DPRD Pamekasan Halili Yasin mengatakan, pekan lalu, surat dari pemerintah pusat terkait pemberhentian Syafii sebagai bupati tiba di kantor dewan. Dewan langsung menindaklanjuti dengan rapat paripurna pengusulan Khalil Asy’ari sebagai bupati definitif.

Usulan itu akan disampaikan kepada pemerintah pusat secara tertulis. ”Suratnya kami buat, lalu dikirim ke pemerintah pusat melalui gubernur,” katanya.

Masa jabatan Khalil Asy’ari berakhir 21 April 2018. Waktu yang tersisa bisa dimanfaatkan untuk pelantikan mantan ketua DPRD Pamekasan itu sebagai orang nomor satu di pemerintahan. Proses penetapan bupati definitif dari pemerintah pusat tidak lama. Jika segera ditindaklanjuti, dalam sepekan bisa dilanjutkan pelantikan.

Ketua DPC PPP itu beharap usulan pengangkatan Khalil Asy’ari sebagai bupati ditindaklanjuti. Dengan demikian, roda pemerintahan bisa berjalan lebih maksimal. ”Jangankan (masa jabatan) masih tinggal sebulan, tinggal sehari, asal prosesnya selesai, akan dilantik,” katanya.

Pengusulan itu hanya untuk pengangkatan Wabup menjadi bupati. Sementara, untuk kursi Wabup tidak diusulkan. Sebab, masa jabatan pasangan Achmad Syafii-Khalil Asy’ari (Asri) itu segera berakhir. Dengan demikian, pasca dilantik menjadi bupati, Khalil akan menjalankan roda pemerintahan tanpa wakil. ”Kalau wakil tidak ada. Kami hanya mengusulkan pengangkatan bupati,” katanya.

Sebelumnya, Wabup Khalil Asy’ari pasrah terhadap perintah dari pemerintah pusat. Jika mendapat instruksi pelantikan menjadi bupati,  dia siap. Kalaupun tidak diberi mandat menjadi bupati juga siap. ”Pemkab hanya menunggu (perintah) dari pusat. Jika ada kepastian atau perintah dari gubernur, tinggal melaksanakan (pelantikan). Pelantikan mesti ada hal-hal yang perlu dipersiapkan,” katanya.

Kursi kepemimpinan bupati Pamekasan kosong sejak Rabu, 2 Agustus 2017. Achmad Syafii selaku bupati diciduk KPK lantaran terlibat kasus suap Kades Dasok Agus Mulyadi dengan mantan Kajari Pamekasan. Syafii terbukti bersalah.

(mr/pen/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia