Minggu, 22 Apr 2018
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Sudarmawan Prihatin Nasib TKI yang Dihukum Mati

Selasa, 20 Mar 2018 17:30 | editor : Abdul Basri

MERAKYAT: Calon wakil bupati Bangkalan Sudarmawan melayat ke kediaman keluarga Muhammad Zaini Misrin Arsyad kemarin.

MERAKYAT: Calon wakil bupati Bangkalan Sudarmawan melayat ke kediaman keluarga Muhammad Zaini Misrin Arsyad kemarin. (DAFIR/Radar Madura/JawaPos.com)

BANGKALAN – Eksekusi hukuman mati terhadap Slamet Kurniawan alias Muhammad Zaini Misrin Arsyad, 53, Minggu (18/3) lalu, membawa luka mendalam bagi keluarga. Tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Desa Kebun, Kecamatan Kamal itu dipancung atas kasus pembunuhan majikannya pada 2004 lalu.

Peristiwa tersebut menyedot banyak perhatian, tak terkecuali calon wakil bupati (cawabup) Bangkalan Sudarmawan. Senin (19/3), mantan kepala Bappeda Pemprov Jatim itu melayat ke kediaman keluarga Slamet Kurniawan.

”Saya pribadi prihatin atas apa yang menimpa Pak Zaini. Semoga keluarga diberi ketabahan,” katanya kepada wartawan kemarin.

Sudarmawan menyampaikan, sebagai warga Bangkalan berharap TKI asal Kota Salak yang masih bekerja di Arab Saudi tidak mengalami hal serupa. ”Yang jelas TKI kita masih banyak di sana,” ucapnya.

Karena itu, untuk bisa mengatasi masalah tersebut, pemerintah setempat harus mempercepat pembangunan. Hal itu untuk memperkecil jumlah TKI asal Bangkalan yang bekerja di luar negeri. ”Agar ada kesempatan kerja kalau pembangunan dipercepat,” pungkasnya.

(mr/daf/onk/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia