Rabu, 25 Apr 2018
radarmadura
icon featured
Sportainment

Sering Mendapat Kepercayaan Pelatih, Ini yang Akan Dilakukan Alfath

Kamis, 15 Mar 2018 02:56 | editor : Abdul Basri

PILIHAN UTAMA: Alfath Fathier ketika tampil menghadapi Bali United di Stadion Manahan, Solo, di ajang Piala Presiden beberapa waktu lalu.

PILIHAN UTAMA: Alfath Fathier ketika tampil menghadapi Bali United di Stadion Manahan, Solo, di ajang Piala Presiden beberapa waktu lalu. (A. YUSRON FARISANDY/Radar Madura/JawaPos.com)

BANGKALAN – Sejak ditangani Milomir Seslija, Madura United telah menjalani dua pertandingan. Yakni, menghadapi Hougang United dan PSIS Semarang. Dua tim tersebut berhasil ditaklukkan.

Pada dua laga tersebut, Milo menurunkan skuad berbeda. Saat menghadapi Hougang di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Minggu (4/3), Milo memainkan penggawa yang sudah biasa diturunkan. Seperti Cristian Gonzales menjadi starter.

Sementara saat menghadapi PSIS Semarang, Milo merombak skuadnya. Dua pemain anyarnya, Zah Rahan Krangar dan Alberto Antonio de Paula juga diturunkan. Pada dua laga tersebut, gawang Satria Tama tetap clean sheet. Yang membedakan hanya gol.

Salah satu pemain yang kerap menjadi starter adalah Alfath Fathier. Eks wing back Persiba Balikpapan tersebut selalu dipilih Milo. Dia berposisi di sebelah kiri pertahanan Laskar Sape Kerrap –julukan Madura United.

Tentu di usianya yang masih 22 tahun menjadi suatu kebanggaan serta prestasi bagi pemain kelahiran Bandung, 28 Mei 1996 tersebut. ”Senang sih selalu jadi pilihan pelatih. Tapi justru saya harus berlatih lebih giat lagi. Sebab, mempertahankan posisi itu lebih sulit daripada mencapainya,” ungkap Alfath.

Milo memang banyak menggunakan pemain senior. Terbukti, beberapa pemain muda sering dibangkucadangkan oleh pelatih asal Bosnia tersebut. Di antaranya Moh. Rifad Marasabessy, Irsan Rahman Lestaluhu, dan Tanjung Sugiarto.

Tiga pemain muda ini memang masih berusia 19 tahun. Mereka dinilai masih memiliki waktu panjang untuk lebih meningkatkan kemampuan mereka. Milo tengah mempelajari cara bermain pemain senior. Dia berharap pemain muda bisa meniru mereka.

Menurut Rifad, Milo merupakan salah satu pelatih yang bagus di Liga Indonesia. ”Coach merupakan pelatih yang ramah terhadap semua pemain. Sebagai pemain muda, kami harus banyak berlatih agar dipercaya oleh pelatih,” ungkap Rifad.

Rifad mengatakan, siapa yang diturunkan merupakan hak pelatih. Sebab, pelatih lebih tahu kebutuhan tim. ”Banyak pemain senior dalam tim, tentu sebagai pemain muda harus banyak belajar lagi,” imbuh Rifad.

(mr/dam/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia