Minggu, 25 Feb 2018
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Usai Imunisasi, 80 Siswa Kejang-Kejang

Senin, 12 Feb 2018 01:44 | editor : Abdul Basri

DIUSUNG: Salah seorang siswa digotong untuk mendapat perawatan medis di Puskesmas Kadur, Pamekasan, Minggu (11/2).

DIUSUNG: Salah seorang siswa digotong untuk mendapat perawatan medis di Puskesmas Kadur, Pamekasan, Minggu (11/2). (MOH. ALI MUHSIN/Radar Madura/JawaPos.com)

PAMEKASAN – Kepanikan terjadi di Puskesmas Kadur, Pamekasan, Minggu (11/2). Puluhan siswa muntah dan kejang-kejang. Mereka dilarikan ke puskesmas setelah diimunisasi.

Peristiwa tersebut berawal saat Puskesmas Kadur melakukan program outbreak response immunization (ORI) Sabtu (10/2) sekitar pukul 09.00. Kegiatan itu dilaksanakan di sepuluh pos atau titik. Dua di antaranya di lembaga pendidikan Al-Falah dan MTs Hidayatul Mubtadiin. Dua lembaga itu berada di Kecamatan Kadur.

Malam setelah imunisasi sekitar 15 siswa kejang-kejang, pusing, dan ada yang muntah-muntah. Mereka kemudian dilarikan ke puskesmas. Pelajar yang mengalami dampak imunisasi terus bertambah hingga pagi.

Bahkan, di antara mereka harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Slamet Martodirdjo. Puskesmas tidak mampu menangani mereka. Penanganan yang dilakukan hanya menginfus.

Siswa Al-Falah yang akan mengikuti program tersebut 387 orang. Mereka terdiri atas pelajar SMP, MTs, SMA, dan MA. Namun, yang ikut hanya 324 siswa.

Hingga pukul 18.12 kemarin petang, Puskesmas Kadur menangani 77 siswa. Sebanyak 72 siswa Al-Falah dan lima siswa Hidayatul Mubtadiin. Sementara itu, dua siswa Al-Falah ditangani RSUD dan seorang yang lain di RS Muhammad Nur. Dengan demikian, total siswa yang mendapat penanganan medis 80 orang.

Peserta imunisasi di lembaga Hidayatul Mubtadiin 63 orang. Namun, laporan yang masuk ke kecamatan, 25 orang di antaranya mengeluh sakit. Lima siswa kemudian dibawa ke puskesmas.

Situasi puskesmas yang tenang pun pecah. Orang tua siswa berteriak dan menangis tersedu-sedu. Beberapa ambulans pun lalu lelang mengantarkan korban ke puskesmas dan RSUD. Sebagian di antara mereka ada yang diperkenankan pulang ke rumah masing-masing.

Yuliatin, siswa Al-Falah, mengaku sebelum berangkat sekolah tidak mengalami gejala. Namun saat berada di sekolah, tiba-tiba dia mengalami pusing dan mual. ”Saya muntah-muntah terus,” terang remaja 14 tahun itu terbata-bata saat ditemui di Puskesmas Kadur.

(mr/sin/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia