Sabtu, 24 Feb 2018
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Oknum Wartawan Nyambi Jualan Narkoba

Minggu, 11 Feb 2018 17:35 | editor : Abdul Basri

MEMALUKAN: Zainuri, tersangka pengedar narkoba di Polres Pamekasan.

MEMALUKAN: Zainuri, tersangka pengedar narkoba di Polres Pamekasan. (POLRES FOR Radar Madura/JawaPos.com)

PAMEKASAN – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ternoda. Salah satu oknum wartawan bernama  Zainuri diduga melakukan tindakan melawan hukum tidak terpuji nan memalukan. Wartawan yang memiliki sejumlah kartu pers itu ditangkap saat transaksi narkoba.

Kasatnarkoba Polres Pamekasan AKP M. Sjaiful mengatakan, Zainuri ditangkap saat hendak transaksi narkoba. Dia ditangkap bertepatan dengan Hari Pers Nasional, yakni Jumat (9/2) di Jalan Jokotole dekat traffic light pukul 23.30.

Zainuri sudah menjadi incaran polisi. Berdasarkan laporan masyarakat, pria kelahiran 1979 itu kerap transaksi barang haram. Dengan demikian, polisi menyamar menjadi pembeli dan janjian bertemu dengan tersangka.

Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), anggota opsnal satnarkoba yang menyamar jadi pembeli itu langsung melakukan penangkapan. Sejumlah barang bukti (BB) diamankan dari Zainuri.

Dijelaskan, BB yang diamankan dari pria asal Kelurahan Kangenan, Kecamatan Kota itu dua klip plastik ukuran kecil berisi narkoba. Masing-masing klip berisi 0,37 gram dan 0,13 gram sabu-sabu. ”Total BB sabu-sabu yang diamankan 0,50 gram,” katanya kemarin (10/2).

Polisi juga mengamankan empat kartu pers atas nama Zainuri. Perinciannya, Metro Jatim, Pakar Bangsa, Fakta Metropolitan, dan Radar Indonesia. Kemudian, Korps Bhayangkara itu juga mengamankan kartu tanda penduduk (KTP) milik tersangka.

Atas perbuatannya, Zainuri dijerat pasal 112 (1) juncto pasal 114 Undang-Undang 35/2009 tentang Narkotika. Tersangka diancam hukuman di atas lima tahun kurungan penjara. ”Polisi terus mengembangkan penyelidikan,” terangnya.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan Abd. Aziz sangat menyayangkan wartawan terlibat narkoba. Polisi harus mengusut tuntas jaringan bisnis hitam yang melibatkan Zainuri itu.

Dikhawatirkan, ada oknum lain yang memanfaatkan identitas pers untuk kepentingan penyalahgunaan narkoba. Menurut Aziz, kasus tersebut sangat mencederai insan pers.

”Tidak hanya insan pers di Pamekasan, tetapi seluruh Tanah Air. Apalagi, kejadiannya bersamaan dengan Hari Pers Nasional,” tandasnya.

(mr/pen/han/luq/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia