Sabtu, 24 Feb 2018
radarmadura
icon featured
Ekonomi Bisnis

Penggunaan Geomembran Tak Merata

Sabtu, 10 Feb 2018 19:40 | editor : Abdul Basri

BERSITEGANG: Aktivis PMII terlibat aksi saling dorong dengan aparat kepolisian saat aksi demo tolak impor garam di Kantor DPRD Pamekasan, Jumat (9/2).

BERSITEGANG: Aktivis PMII terlibat aksi saling dorong dengan aparat kepolisian saat aksi demo tolak impor garam di Kantor DPRD Pamekasan, Jumat (9/2). (PRENGKI WIRANANDA/Raadr Madura/JawaPos.com)

SAMPANG – Serapan garam yang masih rendah dirasakan petani di Sampang. Salah satu penyebabnya karena hasil produksi petani masih di bawah standar. Penggunaan geomembran yang tidak merata menjadi alasan.

Sulaiman, 45, warga Desa Aeng Sareh, Kecamatan Sampang, menuturkan, sebagian petani menggunakan geomembran. Hanya golongan petani mapan dan modal besar. ”Mayoritas garam yang belum terjual kualitas (kw) 2 dan kw 3,” katanya.

Kabid Perikanan Budi Daya Dinas Perikanan Sampang Moh. Mahfud menjelaskan, petani harus tergabung dalam kelompokuntuk mendapatkan bantuan.Tahun ini sekitar 150kelompokdiajukan mendapatkan geomembran.

”Kami bersama DPRD sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait rencana impor garam,” katanya.

(mr/nal/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia