Selasa, 20 Feb 2018
radarmadura
icon featured
Features

Journalist MAN Bangkalan Garap Mading, Majalah, dan Audio Visual

Sabtu, 10 Feb 2018 19:29 | editor : Abdul Basri

BERKARYA: Kru Jurnalis Relief MAN Bangkalan berkumpul di sekretariat mereka Jumat (9/2).

BERKARYA: Kru Jurnalis Relief MAN Bangkalan berkumpul di sekretariat mereka Jumat (9/2). (A. YUSRON FARISANDY/Radar Madura/JawaPos.com)

BANGKALAN – Jalan Soekarno Hatta, depan Stadion Gelora Bangkalan (SGB) ramai dengan pelajar MAN Bangkalan, Jumat (9/2). Mereka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2018 bersama jurnalis yang bertugas di Kota Salak. Dandanan dari koran bekas menjadi sajian fashion show.

Di balik itu terdapat sejumlah siswa menggunakan seragam biru pekat. Punggung belakang bertuliskan ”Journalist MAN Bangkalan”. Kamera para pelajar ini berjejer dengan para jurnalis dari berbagai media massa. Mereka juga melakukan tugas jurnalistik.

Mereka merupakan jurnalis pelajar. Biasa mengisi di majalah dinding (mading) dan majalah sekolah. Usai perayaan HPN, Jawa Pos Radar Madura (JPRM) dipersilakan datang ke sekretariat mereka. Di dapur redaksi itu, pembina dan anggota sedang berkumpul.

Pembina Journalist MAN Bangkalan Noor Fianti Rosalina menyampaikan, salah satu unit ekstrakurikuler sekolah itu sudah berdiri sejak 1997. Banyak karya yang dilahirkan dari tangan-tangan mereka. Tulisan mereka tertuang dalam majalah Relief. Singkatan dari religius dan kreatif. Majalan ini ber-tagline sebagai media sekolah informatif, mendidik, dan inspiratif.

”Sekitar 51 anggota. Terdiri dari kelas X, XI, dan XII. Majalah Relief terbit dua kali dalam setahun,” ucap guru muda yang akrab disapa Miss Ayu itu.

Pembinaan kepada anggota menyerupai wartawan media massa. Kode etik jurnalistik juga menjadi pedoman. Majalah Relief diisi berita dari berbagai kegiatan sekolah. Kemudian biografi, prestasi, resensi buku, opini, dan budaya. Juga, terdapat konten berita politik pada pemilihan ketua OSIS (Pilkasis) MAN Bangkalan.

Ada tiga program kerja yang menjadi tugas.Di antaranya pembuatan mading.Mading dilombakan tiap pekan dan diselenggarakan setiap Senin. Juga, aktif di laman internet madrasah.Setiap ada kegiatan diliput, ditulis, dan langsung unggah di website tersebut.

Program selanjutnya menerbitkan majalah Relief. ”Karena kami berada di lingkungan Kementerian Agama Bangkalan, jadi media ini sebagai syiar. Acara-acara keagamaan yang diadakan sekolah seperti santunan anak yatim kami liput,” ungkapnya.

Majalah Relief edisi Desember 2017 dicetak 1.100 eksemplar. Anak didiknya masih membutuhkan bimbingan untuk desain grafis dan layout. ”Kami berkeinginan agar semua urusan dapur redaksi bisa kita laksanakan sendiri. Jadi tinggal cetak. Layout masih kami percayakan pada percetakan,” tuturnya.

Kelak anggota ini diharapkan menjadi wartawan yang baik. Serta bisa mengembangkan kreativitas menulis melalui karya jurnalistik. Selain urusan majalah, anggota Journalist MAN Bangkalan bisa memuat konten 5W+1H setiap kali mengunggah foto di media sosial (medsos). Sehingga bisa berlatih membuat keterangan foto yang baik.

Ketua Journalist MAN Bangkalan Sahrul Abdul Huda menerangkan, profesi jurnalis tidak semudah yang dipikirkan. Ada tantangan. Mulai dari perencanaan, peliputan, penulisan hingga penerbitan. Mengelola media tidak cukup dengan hanya menulis. ”Saat liputan agak minder. Masih banyak yang belum tahu membuat berita. Kami mohon bimbingan jurnalis di Bangkalan,” ungkapnya.

Selain majalah, Journalist MAN Bangkalan juga memproduksi karya jurnalistik audio visual. Meski medianya masih menggunakan medsos. ”Kami juga ingin belajar cara menjadi wartawan televisi. Kami ingin berlajar banyak tentang jurnalistik,” tuturnya.

Kepala MAN Bangkalan Moh. Ali Wafa mengapresiasi semangat siswa untuk aktif dalam dunia jurnalistik. Momen HPN yang diperingati tiap 9 Februari ini diharapkan bisa menjadi motivasi siswa untuk terus berkarya. Dia berharap jurnalis di Bangkalan memberikan bimbingan dan berbagi ilmu tentang jurnalistik.

”Kami juga punya kegiatan ekskul di bidang jurnalistik. Kami harap nanti bisa dibantu untuk berbagi pengalaman dari teman-teman pers,” harapnya.

Dia mengapresiasi kinerja pers yang menyajikan informasi aktual, faktual, dan mendidik. Pers juga berperan sebagai kontrol sosial, sehingga ikut mengawal pembangunan dan menyuarakan kepentingan rakyat. ”Semoga insan pers selalu memberikan kontribusi positif bagi agama, bangsa, dan negara,” katanya.

Ali Wafa berharap agar pers  tetap menjaga independensi. Juga, tidak meninggalkan kode etik jurnalistik. ”Sukses dan selamat Hari Pers Nasional. Jaga profesionalitas dan tetap independen,” tandasnya. 

(mr/bad/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia