Senin, 21 May 2018
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Gelar Doa Bersama untuk Almarhum Guru Budi

Jumat, 09 Feb 2018 21:40 | editor : Abdul Basri

PEDULI: Kepala Disdik Pamekasan (beridiri, pakai baju batik) doa bersama untuk almarhum Guru Achmad Budi Cahyanto di area Monumen Arek Lancor Kamis (8/2).

PEDULI: Kepala Disdik Pamekasan (beridiri, pakai baju batik) doa bersama untuk almarhum Guru Achmad Budi Cahyanto di area Monumen Arek Lancor Kamis (8/2). (MOH. ALI MUHSIN/Radar Madura/JawaPos.com)

PAMEKASAN – Simpati masyarakat kepada almarhum Guru Achmad Budi Cahyanto (ABC) terus mengalir. Semua elemen masyarakat tiada henti mendoakan guru SMAN I Torjun itu yang meninggal diduga akibat dianiaya muridnya.

Kemarin (8/2), dinas pendidikan (disdik) bersama HMI-KAHMI Pamekasan dan PGRI Pamekasan menggelar doa bersama di kawasan Monumen Arek Lancor. Setelah itu rombongan berangkat ke Kota Sampang untuk mengikuti aksi solidaritas, salat Gaib, dan doa bersama.

”Ini sebagai bentuk solidaritas untuk mendoakan almarhum. Berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” kata Gazali selaku koordinator KAHMI Pamekasan.

Kepala Disdik Pamekasan Moch. Tarsun menjelaskan, almarhum selama ini sudah ikut andil dalam mencerdaskan anak bangsa. Karena itu, wajar mendapatkan banyak simpati dan doa dari semua elemen masyarakat.

”Kalangan guru banyak yang mau datang. Tapi karena bersamaan dengan hari efektif, hanya perwakilan pengurus cabang PGRI saja,” terangnya

Tarsun berkomitmen untuk menekankan pendidikan karakter di Pamekasan. Dia senantiasa mengimbau kepada kepala sekolah dan guru untuk memberikan teladan yang baik kepada siswa.

 ”Semua guru memiliki tanggung jawab dalam mendidik moral siswa. Sebab pendidikan karakter masuk ke semua pelajaran,” tegas dia.

Selama ini, pihaknya juga telah memprogramkan pejabat di lingkungan pemkab masuk ke sekolah-sekolah. Mereka memberikan motivasi dan arahan-arahan kepada siswa.

”Gerakan ini diintesifkan untuk menekan beberapa pesoalan yang terjadi di dunia pendidikan. Sepeti tawuran antarsiswa, kekerasan, dan sebagainya,” tandasnya.

(mr/sin/onk/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia