Minggu, 25 Feb 2018
radarmadura
icon featured
Features

Fauroq Maret Menuju Thailand, Juli Berangkat ke Jepang

Jumat, 09 Feb 2018 11:15 | editor : Abdul Basri

PATUT DICONTOH: Fauroq, mahasiswa berprestasi asal Desa Daleman, Kecamatan Kedungdung, ketika berkunjung ke kantor JPRM Biro Sampang, Rabu (7/2).

PATUT DICONTOH: Fauroq, mahasiswa berprestasi asal Desa Daleman, Kecamatan Kedungdung, ketika berkunjung ke kantor JPRM Biro Sampang, Rabu (7/2). (Radar Madura/JawaPos.com)

SAMPANG – Minat baca tidak memandang tempat. Namun, ketersediaan bahan bacaan di pelosok desa perlu butuh perhatian. Perhatian terhadap kecenderungan penggunaan HP menjadikan Fauroq masuk sepuluh besar event tingkat nasional.

Kelak Fauroq berencana membangun perpustakaan di Desa Daleman, Kecamatan Kedungdung, Sampang. Sebagai putra daerah dia ingin mendedikasikan dirinya kepada masyarakat. Dia sadar bahwa membaca merupakan kunci kemajuan bangsa.

Dengan membaca, orang bisa tahu. Membaca adalah guru yang cepat memberikan pelajaran. Dengan perpustakaan itu dia ingin agar pelajar di desa-desa tidak sulit mendapatkan buku bacaan.

BERPRESTASI: Fauroq berbincang dengan wartawan Darul Hakim di kantor JPRM Biro Sampang.

BERPRESTASI: Fauroq berbincang dengan wartawan Darul Hakim di kantor JPRM Biro Sampang. (Radar Madura/JawaPos.com)

”Jangan mau diperbudak HP. Sebagai generasi bangsa perbanyak membaca untuk menambah pengetahuan kita,” ajak pemuda berkacamata itu ketika ngobrol dengan Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Rabu (7/2).

”Di waktu senggang nanti bisa baca buku. Saya ingin membuat perpustakaan desa supaya masyarakat desa aktif,” jelasnya.

Saat itu Fauroq mengenakan hem putih motif bunga. Dia merupakan satu-satunya mahasiswa Sampang masuk sepuluh besar event bergengsi. Yakni, Asia Young Sociopreneurship Leader Exchange (AYSLE) 2018.

Mahasiswa Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang itu masuk sepuluh besar. Selasa (6/3) dia akan berangkat ke Bangkok, Thailand. Dalam program tersebut Fauroq membuat semacam proyek berbentuk file untuk pembangunan perpustakaan mini berbahasa Inggris.

Oktober 2017, putra pasangan H Syamhari dan Hj Lutfia itu menerima informasi dari kampus. Sebagai calon delegasi dia membuat program tersebut. Kemudian, dikirim melalui surat elektronik (surel).

Pertengahan Desember 2017 mendapat pengumuman melalui surel bahwa program yang dibuatnya diterima. Dia dipanggil untuk presentasi ke Jogjakarta. Ketika presentasi canggung karena menggunakan bahasa Inggris. Peserta yang lain fasih dan lancar. ”Saya percaya diri saja dan ingat orang tua,” cerita mahasiswa kelahiran 4 Oktober 1995 itu.

Fauroq hanya coba-coba mengikuti program untuk mengetahui kemampuan yang dimiliki. Juga ingin membahagiakan orang tua dan menunjukkan kepada dunia bahwa pelajar dari desa mampu bersaing. ”Saya bersyukur masuk sepuluh besar. Orang pertama yang saya kabari orang tua. Setelah itu om saya yang menjadi politisi,” tutur anak kedua dari empat bersaudara itu.

Maret mendatang Fauroq beserta sembilanpeserta yang lain akan dikirim ke Bangkok.Di sana dia akan dikirim ke sebuah desa dalam sebuah kelompok. Kelompok tersebut diberi waktu dua hari untukmengadakan penelitian. Hasil penelitian itu dipresentasikankemudian disaring menjadi limabesar.

”Hasilnya diumumkan 10 Maret. Yang lolos melanjutkan ke tahap selanjutnya. Yang tidak lolos dipulangkan,” jelasnya.

Fauroq akan mengambil perpustakaan mini berjarak 10 kilometer. Di sana akan berbicara tentang pengadaan perpustakaan. Dia menginginkan generasi muda tidak kecanduan handphone (HP). Membaca buku harus diprioritaskan.

”Buku yang disediakan nantinya hasil donasi. Perpustakaan mini itu rencananya saya tempatkan di tempat ramai. Seperti di pinggir jalan dan halte,” papar alumnus Pondok Pesantren Al-Amien Prenduen, Sumenep itu.

Dia berharap Pemkab Sampang mendukung dan mendoakan dirinya lolos ke tahap selanjutnya. Selain orang tua, dukungan kerabat dan masyarakat menambah semangat. ”Tujuan saya adalah banggain orang tua. Juga bisa membanggakan om saya,” ucap mahasiswa yang akan mengikuti Asian Youth Camp 2018 di Tokyo, Jepang, delegasi dari kampusnya pada Juli mendatang tersebut.

Bupati Sampang Fadhilah Budiono mengaku bangga mahasiswa asal Kota Bahari bisa masuk sepuluh besar AYSLE 2018. Pihaknya mendukung dan berharap agar Fauroq meraih prestasi. ”Demi mengharumkan nama Sampang,” harapnya.

(mr/rul/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia