Jumat, 23 Feb 2018
radarmadura
icon featured
Features

Audisi Pertama Ach. Roy Gunawan Berbekal Uang Rp 250 Ribu

Jumat, 26 Jan 2018 06:00 | editor : Abdul Basri

CALON BINTANG: Wartawan JPRM Imam S. Arizal berbincang dengan peserta Liga Dangdut Indonesia Roy Gunawan di kantor JPRM Biro Pamekasan kemarin.

CALON BINTANG: Wartawan JPRM Imam S. Arizal berbincang dengan peserta Liga Dangdut Indonesia Roy Gunawan di kantor JPRM Biro Pamekasan kemarin. (Radar Madura/JawaPos.com)

PAMEKASAN – Madura patut dijuluki sebagai gudang dangdut. Dari masa ke masa selalu lahir penyanyi dan berkiprah di jagat dangdut nasional. Ach. Roy Gunawan mewakili Jawa Timur dalam ajang Liga Dangdut Indonesia 2018.

Nama Ach. Roy Gunawan mungkin masih asing di telinga masyarakat. Tetapi, nama ini sudah mulai diperbincangkan pencinta dangdut tanah air. Khususnya di tingkat Jawa Timur. Remaja kelahiran Pamekasan, 18 Oktober 2000 ini mewakili Jawa Timur dalam ajang Liga Dangdut Indonesia (LIDA) yang diselenggarakan salah satu stasiun televisi swasta di Jakarta.

Roy, demikian dia disapa, masih berstatus sebagai siswa kelas XII-A SMA Al-Haramain, Kecamatan Pasean, Pamekasan. Meski masih muda, dia memiliki bakat bernyanyi yang cukup baik. Suaranya berkarakter dan mampu membawakan lagu-lagu dangdut dengan sempurna.

”Saya belajar nyanyi secara otodidak,” kata Roy di sela-sela bincang-bincang dengan Jawa Pos Radar Madura (JPRM), Kamis (25/1). Untuk mengasah bakat di bidang musik, tak jarang menyanyi sendiri di dalam kamar. Itu dilakukan secara rutin. Kesukaan terhadap musik dangdut muncul sejak duduk di bangku SLTP.

”Saya sudah pernah mengisi panggung musik. Baik dalam acara resepsi pernikahan, orkes dangdut, atau hajatan-hajatan lain,” jelasnya.

Merasa punya kemampuan bernyanyi, akhirnya ikut audisi LIDA 2018. Awalnya dia ingin mendaftar D’Academy seperti yang diikuti Irwan Sumenep. Tapi, kontes dangdut tersebut saat ini sudah tidak digelar lagi. ”D’Academy kan sudah dihapus diganti dengan LIDA. Akhirnya saya daftar, dan alhamdulillah lolos,” tegasnya.

Saat audisi di Surabaya, diikuti ribuan peserta dari seluruh daerah Jawa Timur. Dari ribuan peserta itu, hanya lima orang yang dipilih panitia. Roy termasuk salah satu dari lima orang yang akan tampil di Indosiar.

”Saya ingin mengasah kemampuan bernyanyi melalui LIDA. Saya ingin berjuang semaksimal mungkin,” janjinya.

Untuk meraih simpati masyarakat, Roy sengaja datang ke Kantor JPRM Pamekasan untuk bersilaturahmi sekaligus sosialisasi diri. Dia sadar dukungan media sangat besar. Apalagi, kontes dangdut yang diikutinya juga berbasis pada dukungan SMS dari warga. ”Hari ini saya berkeliling ke sejumlah sekolah di Pamekasan. Dengan harapan, bisa mendapat dukungan dari seluruh masyarakat Pamekasan,” paparnya.

Putra pasangan Ahmad Muksin dan Iniyatun ini termotivasi untuk mengharumkan nama Madura dan Jawa Timur secara umum di pentas nasional. Dia ingin menunjukkan bahwa Madura memang benar-benar kaya penyanyi dangdut. Juga ingin membuktikan bukan hanya Irwan Sumenep yang bisa sukses, tetapi juga generasi-generasi muda telah lahir untuk meneruskan jejak perjuangannya.

”Saya ingin mengikuti jejak sukses Irwan Sumenep. Bahkan, saya berharap bisa lebih sukses dari Irwan,” tegasnya. Irwan sendiri masuk tiga besar dalam ajang D’Academy 2 yang digelar tiga tahun silam.

Roy akan bertolak ke Jakarta pada 8 Februari mendatang. Dia akan tampil live pada 11–12 Februari. Dia berharap agar masyarakat Madura memberikan dukungan penuh kepadanya. ”Tan-taretan sadaja, dukung Roy dalam Liga Dangdut Indonesia 2018. Caranya, ketik ROY spasi LIDA kirim ke 97288,” pintanya.

Remaja asal Desa Tlontoraja, Kecamatan Pasean, mengaku perjuangan untuk meraih tiket tersebut sangat berat. Namun, dia tetap semangat mewujudkan cita-cita. ”Audisi pertama di Surabaya selama empat hari. Saya hanya diberi uang Rp 250 ribu oleh bapak,” katanya.

Setelah lolos di Surabaya, saya bersama paman keliling ke kampung-kampung dan tokoh masyarakat untuk mencari dukungan. ”Mohon dukungannya dengan cara mengirim SMS. Itu adalah bentuk dukungan paling nyata yang sangat diharapkan oleh putra kami,” harap Ahmad Muksin.

Dia meminta pemerintah di empat kabupaten di Madura tidak tutup mata. Sebab, perjuangan putranya tak hanya membawa nama pantura, akan tetapi membawa nama daerah, Madura. ”Ayo dukung bersama, harumkan nama Madura di kancah nasional dan internasional,” ajaknya.

(mr/mam/rus/han/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia