Minggu, 25 Feb 2018
radarmadura
icon featured
Rekreasi

Pengelolaan Wisata Belum Maksimal

Selasa, 23 Jan 2018 00:35 | editor : Abdul Basri

SANTAI: Muda mudi bersantai di Taman Kowel, Kelurahan Kowel, Kecamatan Kota Pamekasan.

SANTAI: Muda mudi bersantai di Taman Kowel, Kelurahan Kowel, Kecamatan Kota Pamekasan. (IMAM S. ARIZAL/Radar Madura/JawaPos.com)

PAMEKASAN –  Empat daerah di Madura sudah sepakat untuk mempromosikan wisata secara bersama-sama. Hal ini menyambut bergulirnya Visit Sumenep 2018. Sesuai hasil kesepakatan yang difasilitasi Baperwil, Visit Sumenep akan digeneralkan menjadi Visit Madura.

Hal ini pun disambut baik masyarakat umum. Termasuk Komisi IV DPRD Pamekasan. Tapi, legislator menilai, persiapan di Pamekasan belum sematang daerah lain, terutama Sumenep. ”Sekarang sudah ada kesepakatan Visit Madura, bukan Visit Sumenep, Pamekasan, Sampang, atau Visit Bangkalan,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Al Anwari.

”Kita tidak terkait dengan visit visit itu. Tapi, infrastrukur kita di Pamekasan sudah siap apa nggak?” tambahnya.

Politikus PKS tersebut menambahkan, sejauh ini persiapan Pemkab Pamekasan dalam menyambut tahun kunjungan tersebut belum maksimal. Terutama dari ketersediaan pendukung wisata. Mulai dari event-event yang sampai sekarang belum tersusun dengan baik. ”Tapi apa yang bisa dihadirkan untuk mereka-mereka yang datang ke Pamekasan?” tegasnya.

Jika mengandalkan wisata pantai, menurut dia, masih kalah dengan Sumenep. Dua objek pantai, yakni Jumiang dan Talang Siring yang dikelola pemerintah tidak memiliki daya tarik bagi wisatawan. Padahal biaya untuk pembangunan wisata pantai mencapai miliaran rupiah.

”Talang Siring menghabiskan dana banyak tapi tidak bisa meningkatkan PAD dan pengunjung,” katanya. ”Kalau hanya mau menghabiskan anggaran, siapa pun bisa,” katanya.

Dia mencontohkan Banyuwangi yang setiap tahun mampu menyedot perhatian wisatawan. Hal itu tidak lepas dari persiapan pemkab. Di sana dalam setahun ada 68 event yang dipentaskan. ”Wisatawan yang datang ke Banyuwangi bisa mendapat sesuatu. Kalau datang ke Pamekasan, mereka dapat apa,” kiritiknya.

Kepala Disparbud Pamekasan Achmad Sjaifudin mengakui saat ini pihaknya sedang menyusun kalender wisata. Kalender wisata itu rencananya akan dituntaskan pada Februari nanti. ”Kalau programnya sudah ada, tinggal menyesuaikan waktu saja,” tukasnya.

(mr/mam/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia