Sabtu, 24 Feb 2018
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Sebut Disdag Tak Serius Sokong Produk Lokal

Selasa, 16 Jan 2018 17:28 | editor : Abdul Basri

WARISAN BUDAYA: Perajin saat membatik di salah satu toko penjualan batik di daerah Tunjung, Kecamatan Burneh, Bangkalan, Selasa (15/1).

WARISAN BUDAYA: Perajin saat membatik di salah satu toko penjualan batik di daerah Tunjung, Kecamatan Burneh, Bangkalan, Selasa (15/1). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/Radar Madura/JawaPos.com)

BANGKALAN – Tahun ini, dinas perdagangan (disdag) menganggarkan Rp 50 juta untuk satu kali promosi produk unggulan lokal. Program ini mendapat protes Komisi D DPRD Bangkalan.

Anggota Komisi B DPRD Bangkalan M. Husni Syakur menilai disdag tidak serius mengembangkan dan mempromosikan produk lokal. Dia juga menyayangkan upaya promosi produk lokal hanya dilaksanakan sekali dalam setahun.

”Buat pameran atau ikut pameran-pameran lokal kan bisa. Pasarkan produk yang dihasilkan masyarakat. Saya rasa ada produk unggul khas lokal Bangkalan, cuma belum tersentuh,” sarannya.

Menanggapi itu, Kepala Disdag Bangkalan Budi Utomo tidak menampik tahun ini anggaran Rp 50 juta di lembaganya untuk membantu memasarkan produk lokal unggulan. Promosi tersebut akan dilaksanakan sesuai jadwal event nasional. Yakni, pameran produk lokal oleh pemerintah pusat.

”Memang belum ada perubahan. Sampai saat ini masih ada dua produk daerah yang kami promosikan ke tingkat nasional. Batik dan tali agel handicraft” ungkapnya Selasa (15/1).

Anggaran puluhan juta itu disampaikan untuk sekali promosi produk lokal dalam setahun. Budi mengaku, pemasaran skala nasional untuk produk lokal dari lembaganya selama ini hanya mengandalkan program kementerian. Di event itu semua produk lokal dari setiap daerah dipamerkan.

”Programnya kementerian. Kalau ada event lain meminta produk lokal Bangkalan untuk ditampilkan, kami rekomendasi dua produk untuk ikut,” jelas mantan Kepala Dinas Perikanan Bangkalan itu.

Selama ini, kata Budi, belum ada produk lokal kreatif khas Bangkalan yang baru. Jenis kerajinan yang digeluti pelaku usaha kreatif di Bangkalan juga ada di daerah lain. Budi berharap bisa muncul produk lokal baru yang nantinya bisa diikutkan pameran nasional.

Selain itu, masyarakat diharapkan bisa ikut berperan aktif untuk memunculkan produk khas daerah Bangkalan.

”Sesuai dengan yang kemampuan pasti kami bantu. Mau menonjolkan produk lokal lain, ternyata di daerah lain juga sudah ada,” ujanrya.

(mr/bad/onk/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia