Selasa, 20 Feb 2018
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Pengaruh Pesantren Cukup Besar di Pilkada Pamekasan

Selasa, 16 Jan 2018 04:00 | editor : Abdul Basri

SEMANGAT: Paslon Baddrut Tamam-Raja’e saat mendaftar ke KPU Pamekasan, Rabu (10/1).

SEMANGAT: Paslon Baddrut Tamam-Raja’e saat mendaftar ke KPU Pamekasan, Rabu (10/1). (IMAM S. ARIZAL/Radar Madura/JawaPos.com)

PAMEKASAN – Rakyat Pamekasan sudah cerdas dalam memilih pemimpin. Karenanya, para kandidat diharapkan tidak hanya mengandalkan popularitas atau pengaruh dari tim sukses. Itulah pandangan pengamat politik Romel Masykuri terkait dinamika politik lokal Pamekasan.

Menurut Romel, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh paslon agar bisa memenangkan pilkada. Pertama, mesin partai pendukung harus bekerja secara maksimal sampai ke lapisan bawah. Jadi, tidak cukup hanya mengandalkan popularitas kandidat.

”Kedua, dukungan dari institusi keagamaan seperti pesantren. Kita tahu pesantren memiliki modal sosial dan jaringan alumni yang kuat di Pamekasan,” katanya Senin (15/1).

KOMPAK: Paslon Kholilurrahman-Fathorrahman menunjukkan berkas pendaftaran di KPU Pamekasan, Rabu (10/1).

KOMPAK: Paslon Kholilurrahman-Fathorrahman menunjukkan berkas pendaftaran di KPU Pamekasan, Rabu (10/1). (IMAM S. ARIZAL/Radar Madura/JawaPos.com)

”Sehingga, siapa yang memperoleh dukungan dari pesantren, maka peluang kemenangannya besar,” katanya lagi.

Ketiga, visi-misi kandidat harus menjangkau kepentingan seluruh lapisan masyarakat. Semisal di Pamekasan bagian utara dan selatan, program yang ditawarkan tidak bisa disamakan karena kebutuhan masyarakat yang berbeda.

”Kenapa pemetaan program ini penting, hal ini untuk memenangkan simpati pemilih,” ujar pria yang menempuh Magister Ilmu Politik FISIP Unair Surabaya itu.

Keempat, pemanfaatan sosial media. Kandidat harus menjangkau suara pemilih pemula yang akrab dengan sosial media. Visi-misi kandidat harus bisa ditransformasikan ke dalam bahasa anak muda. Jika hal ini tidak dilakukan, bisa dipastikan akan kehilangan suara pemilih pemula yang umumnya anak muda.

Alumnus UIN Sunan Kalijaga ini menegaskan bahwa Pamekasan butuh pemimpin yang visioner, terutama dalam hal pengembangan aspek ekonomi. Bupati Pamekasan ke depan diharapkan dapat membawa perubahan besar untuk memikirkan bagaimana pertumbuhan ekonomi di Pamekasan meningkat pesat.

”Kita butuh pemimpin Pamekasan yang dapat membawa perubahan besar dengan ide-ide segar dan kontekstual dengan perkembangan zaman tanpa merusak kearifan lokal,” paparnya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua II STIU Al-Mujtama’ Moh. Ali Wasik. Menurut dia, kontestasi pilkada Pamekasan tahun ini akan menjadi ajang pendidikan berdemokrasi bagi masyarakat.

Bagaimana ke depan dua paslon yang akan maju, yakni Kholilurrahman-Fathorrahman (Kholifah) dan Baddrut Tamam-Raja’e (Berbaur) bisa menunjukkan visi misinya di tengah-tengah publik. Masyarakat tinggal mempertimbangkan visi-misi dan program kerja yang ditawarkan kedua figur yang paling relevan dan layak dipilih jadi pemimpin.

”Rakyat akan merasakan, mana figur yang tepat untuk calon pemimpin,” ucapnya.

(mr/mam/onk/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia