Rabu, 17 Jan 2018
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Gagal Ikut Pilkada 2018, Torul Ingin Dirikan Institut

Minggu, 14 Jan 2018 18:14 | editor : Abdul Basri

Matorurrozaq Ismail

Matorurrozaq Ismail (GHINAN SALMAN/Radar Madura/JawaPos.com)

SAMPANG – Setelah rekomendasi PKB turun ke pasangan Hermanto Subaidi-Suparto, M. Matorurrozaq Ismail alias Torul tidak pernah tampil di hadapan publik. Di luar dugaan, Torul menggelar pertemuan dengan tim dan relawan di Gedung Karta, Jalan Kramat, Kota Sampang, Jumat sore (12/1).

Dalam pertemuan itu, Torul meminta maaf kepada tim dan relawan sekaligus berterima kasih karena telah banyak membantu memperjuangkan cita-cita yang diinginkan. Kendati gagal maju di Pilkada 2018, Torul mengaku tetap optimistis bisa membangun Sampang.

Para pendukung setia meminta Torul tetap berbuat untuk Sampang kendati tidak bisa menjadi bupati. Banyak pendukung yang meminta Torul maju sebagai anggota DPR RI pada Pileg 2019.

Torul mengaku ada banyak cara untuk memajukan Sampang. Bahkan tidak perlu harus menjadi bupati atau anggota DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten. Menurut dia, menjadi apa pun asal bermanfaat bagi banyak orang, itu akan lebih baik.

”Saya sangat menghargai keinginan tim dan relawan. Untuk saat ini, saya tidak bisa mengiyakan untuk maju ke DPR RI,” ucap Torul, Sabtu (13/1).

Peraih anugerah Tokoh Politik Populer Madura Awards 2016 itu menyampaikan, lebih tertarik pada kegiatan sosial kerakyatan. Menurut Torul, saat ini dia fokus membentuk lembaga yang bergerak di bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi.

Dia juga akan memberikan beasiswa bagi pemuda-pemuda Sampang yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi. ”Ini salah satu cara saya ikut serta membangun Sampang. Rencananya, saya akan membuat The Ismail Marzuki Institute untuk membantu pemuda-pemudi di Sampang,” ujarnya.

Terkait pilkada, Torul menceritakan, ada pertimbangan yang diambil PKB sehingga dirinya tidak direkomendasikan. Torul tidak ingin dianggap mengejar kekuasaan. Dia mengaku hanya ingin membuat Sampang lebih maju.

”Ketika saya tahu tidak direkomendasikan oleh PKB, hanya satu kata yang terucap, Alhamdulillah. Tidak direkom bukan berarti kiamat karena masih banyak cara untuk bisa memajukan Sampang,” jelasnya.

Torul mempersilakan tim dan relawan yang selama ini loyal mendukung dirinya untuk memilih calon bupati sesuai hati nurani. Torul mengaku tidak akan menggiring tim dan relawan untuk memilih calon bupati yang dianggap bagus oleh dirinya.

”Saya tidak mau menentukan siapa calon bupati yang harus dipilih tim dan relawan saya. Saya persilakan tim dan relawan memilih sesuai keinginan dan panggilan nuraninya,” tukas dia.

(mr/ghi/hud/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia