Rabu, 17 Jan 2018
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Gagal Ikut Pilkada 2018, Rudy: Berhenti Sampai di Sini

Minggu, 14 Jan 2018 18:13 | editor : Abdul Basri

GAGAL: Rudy Susanto (dua dari kiri) yang sudah mendapat surat tugas dari PBB gagal maju dalam pilkada Pamekasan 2018.

GAGAL: Rudy Susanto (dua dari kiri) yang sudah mendapat surat tugas dari PBB gagal maju dalam pilkada Pamekasan 2018. (Radar Madura/JawaPos.com)

PAMEKASAN – Pilkada Pamekasan tahun ini diwarnai banyak kejutan. Kejutan pertama, Ketua DPC PPP Pamekasan KH Mundzir Kholil mengajukan surat pengunduran diri di detik-detik pendaftaran pasangan calon ke KPU. Kedua, Partai Bulan Bintang (PBB) yang dalam dua pilkada selalu berada di garda terdepan, tahun ini justru menyatakan abstain.

PBB awalnya menargetkan mengusung kader sendiri dalam Pilkada Pamekasan 2018. Sesuai kesepakatan pengurus, partai tersebut akan mengusung Wakil Ketua DPRD Pamekasan Suli Faris. Tapi pria yang juga Ketua DPC PBB Pamekasan itu batal maju dengan berbagai macam alasan.

PBB kemudian didekati oleh Rudy Susanto. Partai besutan Yusril Ihza Mahendra ini sempat mengeluarkan surat tugas kepada mantan Kepala Syahbandar Branta tersebut. Rudy diberi tugas untuk membangun koalisi dengan partai lain.

Tapi hingga pendaftaran pasangan calon di KPU ditutup, Rudy tidak mendapatkan mitra koalisi. Dalam akun Facebook-nya, Rudy Susanto meminta maaf kepada para pendukung karena gagal maju. ”Setelah melewati perjuangan panjang yang tak mengenal menyerah, akhirnya langkah kita berhenti sampai di sini,” tulis Rudy.

Dia mengaku mendapat rekomendasi dari PBB dan PDIP. PBB memiliki 5 kursi sedangkan PDIP 2 kursi di DPRD Pamekasan. Dengan modal 7 kursi, tak cukup baginya untuk maju dalam pilkada.

Sebab, syarat minimal harus didukung parpol atau gabungan dengan total 9 kursi di legislatif. ”Saya ucapkan terima kasih atas doa, simpati, support, loyalitas, dan perjuangan yang telah rekan-rekan lakukan,” tegasnya.

Sementara itu, Suli Faris mengaku, PBB akan abstain dalam Pilkada Pamekasan 2018. PBB secara keorganisasian tidak akan mendukung pasangan calon Kholilurrahman-Fathorrahman (Kholifah) ataupun Baddrut Tamam-Raja’e (Berbaur). Pilihan abstain ini menurutnya sudah dipikirkan secara matang.

”Bukan karena keduanya tidak cocok. Tapi, karena memang sudah kadung bulat PBB mau menyiapkan kadernya ternyata tidak bisa, kita tidak melibatkan diri,” kata Suli. ”Tidak melibatkan diri ini karena ada agenda yang oleh partai dianggap lebih penting. Yaitu memantapkan langkah meraih sukses 2019,” tukasnya.

(mr/mam/hud/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia